SURABAYA – Polda Jawa Timur memusnahkan barang bukti narkotika jenis kokain seberat 22 kilogram yang ditemukan di perairan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Senin (4/5/2026).
Dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Kapolda Jatim Nanang Avianto mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 pihaknya telah menangani 2.231 kasus narkotika dengan total 2.851 tersangka.
Dari ribuan kasus tersebut, polisi menyita berbagai barang bukti, antara lain sabu seberat 72,77 kilogram, ganja 37,9 kilogram dan 53 batang tanaman, serta 2.737 butir ekstasi.
“Untuk kokain, total yang kami amankan mencapai 22,22 kilogram. Ini menjadi temuan yang cukup berbeda dibandingkan jenis narkotika yang selama ini dominan beredar,” ujar Nanang.
Baca juga: Polres Sumenep Temukan Diduga Kokain di Pantai Giligenting, Penyidikan Terus Berjalan
Ia menjelaskan, petugas awalnya menemukan kokain tersebut dengan berat kotor 27,83 kilogram. Setelah melalui proses pembersihan dari pasir laut dan kemasan, berat bersihnya menjadi 22,226 kilogram berdasarkan hasil uji laboratorium forensik.
Nanang menilai temuan kokain dalam jumlah besar ini tergolong langka di Jawa Timur dan menunjukkan adanya pola baru dalam jaringan peredaran gelap narkoba.
“Ini menjadi indikasi adanya jalur perdagangan narkoba internasional yang mulai masuk ke wilayah perairan kita. Apalagi jika dikaitkan dengan asal kokain yang umumnya berasal dari Kolombia,” jelasnya.
Untuk mencegah penyalahgunaan, polisi mempercepat proses pemusnahan barang bukti tersebut mengingat nilai ekonominya yang sangat tinggi.
“Barang ini memiliki nilai yang sangat tinggi dan berpotensi disalahgunakan, sehingga kami percepat pemusnahannya,” tegasnya.
Saat ini, Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap jaringan di balik penyelundupan kokain tersebut dengan berkoordinasi bersama Mabes Polri.
Nanang juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Dampak narkoba sangat besar. Kita harus mencegah bersama agar tidak semakin banyak korban, terutama generasi muda,” pungkasnya.














