JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjadi pusat perhatian karyawan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, setelah menghadiri peluncuran 11 proyek hilirisasi yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Antusiasme para karyawan yang mengajak berfoto bersama membuat Teddy hampir tertinggal dari rombongan Presiden.
Berdasarkan keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden, Jumat (9/10/2026), peluncuran 11 proyek hilirisasi tersebut berlangsung pada Kamis (8/10/2026). Seluruh proyek itu memiliki nilai investasi sekitar Rp180 triliun.
Usai rangkaian acara selesai, sejumlah karyawan IWIP menghampiri Teddy untuk mengabadikan momen bersama. Mereka tampak antusias mengangkat telepon genggam dan meminta berfoto dengan Seskab tersebut.
Mayoritas karyawan yang mengerumuni Teddy merupakan warga setempat dan berasal dari wilayah Maluku. Mereka terlihat mengenakan seragam kerja, termasuk pakaian keselamatan berwarna oranye, saat berdesakan untuk mendapatkan kesempatan berfoto.
Teddy menyambut permintaan tersebut dengan ramah. Ia terlihat tersenyum sambil melayani satu per satu karyawan yang ingin berfoto bersama. Namun, tingginya antusiasme para pekerja membuat Teddy hampir tertinggal dari rombongan Prabowo yang bersiap melanjutkan perjalanan setelah agenda peresmian.
Prabowo Tekankan Pentingnya Kelestarian Lingkungan di IWIP
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pengelola industri di kawasan IWIP agar tetap memperhatikan kelestarian lingkungan di tengah pengembangan proyek hilirisasi. Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan kerja serta mempertahankan kualitas air dan udara.
Prabowo juga meminta agar pengelolaan limbah dilakukan secara optimal untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan di sekitar kawasan industri.
“Saya juga percaya Saudara akan menjaga lingkungan, akan menjaga keselamatan, dan juga kita akan mempertahankan kualitas daripada air dan udara kita. Perhatikan pengelolaan limbah dengan baik,” kata Prabowo dalam acara yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Prabowo, pertumbuhan industri tidak boleh mengabaikan tanggung jawab terhadap lingkungan. Pengelolaan kawasan industri harus dilakukan secara bertanggung jawab agar manfaat pembangunan dapat dirasakan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.
Ia turut mengingatkan bahwa keberlanjutan pembangunan berkaitan erat dengan masa depan generasi berikutnya. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan industri perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap aktivitas yang dilakukan.
“Saudara-saudara sekalian, masa depan kita, kita hadapi dengan baik, dengan penuh rasa tanggung jawab untuk anak dan cucu kita,” ujarnya.
Peluncuran 11 proyek hilirisasi dengan investasi sekitar Rp180 triliun tersebut menjadi bagian dari pengembangan industri pengolahan di Indonesia. Di sisi lain, pesan Prabowo mengenai pengelolaan limbah dan perlindungan lingkungan menegaskan pentingnya menyeimbangkan pertumbuhan industri dengan keberlanjutan alam.















