SUMENEP – Sebanyak 22 siswa-siswi RA Al-Masyhur, Desa Jabaan, Kecamatan Manding, mengikuti kegiatan study tour edukatif ke sejumlah lokasi, salah satunya Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini berlangsung dengan pendampingan guru serta orang tua murid.
Kepala RA Al-Masyhur, Ida, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep. Menurutnya, kunjungan ini memberi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar langsung mengenai budidaya ikan dan jenis ikan hias.
“Anak-anak bisa mengenal berbagai jenis ikan hias. Mereka sangat antusias saat melihat ikan koi dengan beragam warna,” ujar Ida, Rabu (28/1/2026).
Ida menjelaskan, study tour tersebut merupakan bagian dari pembelajaran luar kelas (wisata edukasi). Selain sebagai sarana rekreasi, kegiatan ini juga menanamkan nilai edukatif yang menghubungkan materi di kelas dengan praktik lapangan.
“Kami ingin anak-anak belajar, bermain, dan bersenang-senang dalam satu kegiatan yang bermakna,” katanya.
Ia berharap, pengalaman ini dapat menambah wawasan guru dan peserta didik, sekaligus menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap makhluk hidup, termasuk ikan hias.
“Harapannya, sejak dini anak-anak memahami bahwa selain manusia, ada makhluk hidup lain yang harus kita pelihara dan jaga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Heru Faizal, menegaskan bahwa pihaknya terbuka menerima kunjungan dari TK maupun RA, khususnya dalam rangka edukasi perikanan.
Ia menyebutkan, kunjungan ini sejalan dengan Program Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang bertujuan mengedukasi balita dan anak-anak agar gemar mengonsumsi ikan sebagai sumber gizi.
“Ikan mengandung protein tinggi, omega-3, dan nutrisi penting yang sangat baik untuk pertumbuhan anak,” jelas Heru.
Menurutnya, program Gemarikan memiliki peran strategis karena Kabupaten Sumenep masih menghadapi kasus tengkes (stunting) akibat kekurangan gizi seimbang.
Oleh sebab itu, Dinas Perikanan rutin melakukan sosialisasi setiap tahun, baik dengan mengunjungi sekolah maupun menerima kunjungan edukatif seperti yang dilakukan RA Al-Masyhur.
“Kami berharap edukasi ini dapat membantu menekan angka stunting, khususnya di Kabupaten Sumenep, melalui pembiasaan konsumsi ikan sejak usia dini,” pungkasnya.













