SUMENEP – Pangkalan SDN Bunpenang III menggelar kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) pada 24–25 April 2026 sebagai upaya membentuk karakter siswa sejak dini melalui kegiatan kepramukaan.
Kegiatan tersebut menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, serta semangat kebersamaan bagi anggota pramuka.
Perjusa diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat di halaman sekolah. Pengawas SDN Bunpenang III, Lukman Hidayat, membuka kegiatan secara resmi dan mengajak seluruh peserta untuk aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
“Anggota pramuka harus terus meningkatkan semangat, aktif, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Setelah pembukaan, panitia menghadirkan materi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bekerja sama dengan Puskesmas Dungkek. Materi ini memberikan bekal penting bagi siswa dalam menghadapi kondisi darurat.
Suasana semakin semarak saat peserta mengikuti pawai obor dari Balai Desa Bunpenang menuju SDN Bunpenang III. Cahaya obor yang menyala menciptakan nuansa kebersamaan yang hangat. Kegiatan ini semakin meriah dengan penampilan Drumband Iksma Nusantara yang menghibur masyarakat.
Memasuki malam hari, kegiatan berlanjut dengan upacara api unggun sebagai puncak acara. Kepala Mabigus SDN Bunpenang III, Sri Lanjari, memimpin upacara dan menyampaikan makna api unggun sebagai simbol semangat dan persatuan.
“Api ini menjadi lambang semangat yang harus terus menyala dalam diri setiap anggota pramuka,” tuturnya.
Ketua Kwarran Dungkek, Amir, turut hadir dan memberikan penghargaan Bintang Tahunan kepada anggota berprestasi. Prosesi dilanjutkan dengan penyulutan api unggun secara simbolis bersama unsur sekolah.
Kemeriahan malam dilengkapi dengan pentas seni dari tiap kelas yang menampilkan tari, menyanyi, hingga musikalisasi puisi. Kegiatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
Pada hari kedua, Perjusa menghadirkan Bazar Jajanan Tradisional yang melibatkan sekolah sekitar, seperti PAUD Wali Songo, SDN Dungkek III, dan SDN Taman Sare I. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan kuliner lokal, tetapi juga melatih jiwa kewirausahaan siswa.
Perjusa ditutup dengan upacara penutupan yang penuh haru. Panitia memberikan penghargaan kepada peserta terbaik, yakni Muhammad Naufal Alkauni sebagai peserta terbaik putra dan Fajriyah Romadina sebagai peserta terbaik putri.
Ketua Kwarran Dungkek Amir mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Perjusa ini sangat luar biasa karena memberikan pengalaman berharga bagi peserta dan layak menjadi contoh bagi sekolah lain,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sri Lanjari yang merasa bangga atas antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung.
“Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk generasi yang mandiri, disiplin, dan berkarakter,” katanya.
Ketua Panitia Susmiati juga mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran kegiatan yang didukung penuh oleh orang tua dan seluruh pihak terkait.
Kegiatan Perjusa SDN Bunpenang III menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa.














