UMKM  

Dinas Perikanan Sumenep Latih Poklahsar Khumaini, Produksi Olahan Laut Tembus 5 Kwintal per Bulan

Pelatihan Dinas Perikanan Sumenep kepada Poklahsar Khumaini untuk tingkatkan mutu olahan ikan
Pelatihan Dinas Perikanan Sumenep kepada Poklahsar Khumaini untuk tingkatkan mutu olahan ikan

SUMENEP — Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep menggelar pelatihan intensif bagi Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Khumaini di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto. Pelatihan ini bertujuan memperkuat manajemen kelompok sekaligus meningkatkan kualitas serta keamanan produk olahan perikanan yang kini mencapai 5 kwintal per bulan.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perikanan Sumenep, Heru Faizal, memimpin langsung pembinaan tersebut. Ia menekankan pentingnya tata kelola organisasi dan administrasi yang tertib.

“Kami ingin kelompok ini lebih rapi secara manajemen. Administrasi harus tertata agar seluruh kegiatan produksi dan pemasaran tercatat dengan baik,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Selain pembenahan administrasi, dinas juga memberikan materi tentang sanitasi, mutu produk, dan standar keamanan pangan. Langkah ini dilakukan agar produk olahan memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk penggunaan bahan tambahan pangan.

Heru menegaskan kelompok harus memahami batas pemakaian dan jenis bahan tambahan pangan sesuai regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia melalui Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan.

“Ini penting untuk menjaga kualitas produk dan kepercayaan konsumen,” tegasnya.

Poklahsar Khumaini yang diketuai Muhammad Khumaini memproduksi berbagai olahan hasil laut seperti ikan asin, teri krispi, dan udang krispi. Kapasitas produksi kelompok tersebut mencapai sekitar 5 kwintal per bulan dengan pemasaran yang masih didominasi wilayah Pragaan dan sekitarnya.

Muhammad Khumaini menjelaskan bahwa bahan baku diperoleh dari nelayan lokal Desa Lobuk sehingga turut menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.

“Alhamdulillah bahan baku kami ambil dari nelayan setempat. Produksi rata-rata 5 kwintal per bulan dan dipasarkan di wilayah Pragaan,” katanya.

Ia berharap pembinaan dari Dinas Perikanan terus berlanjut, termasuk dukungan sarana dan prasarana alat pengolahan agar kapasitas produksi dan kualitas produk semakin meningkat.

“Kami berharap ada bantuan peralatan agar produksi lebih maksimal dan kualitas semakin baik,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, Dinas Perikanan Sumenep mendorong penguatan UMKM sektor perikanan agar mampu bersaing dan memberi nilai tambah bagi ekonomi daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.