FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengajak wisatawan dari berbagai daerah untuk menghabiskan waktu liburan dengan berkunjung ke Kabupaten Sumenep. Ajakan tersebut bukan sekadar promosi sektor pariwisata, tetapi juga dorongan agar masyarakat lebih mengenal kekayaan edukasi, budaya, dan lingkungan yang dimiliki Sumenep.
Bupati Fauzi menyampaikan bahwa pariwisata Sumenep terus berkembang berkat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dukungan aktif masyarakat. Menurutnya, wisata tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga sarana pembelajaran dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga budaya dan kelestarian alam.
“Banyak destinasi yang bisa dinikmati, mulai dari pantai, pulau, sejarah, hingga wisata edukasi. Semua telah kami siapkan untuk memberikan pengalaman terbaik yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga menambah wawasan,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Salah satu destinasi unggulan adalah Pantai Lombang, yang terkenal dengan hamparan cemara udang, spesies langka yang hanya ada di dua wilayah di dunia. Keberadaannya menjadi sarana pembelajaran lingkungan, terutama bagi wisatawan pelajar dan generasi muda.
Selain itu, Pantai Slopeng menawarkan pemandangan gumuk pasir unik yang mirip gurun Timur Tengah. Kawasan ini sering dimanfaatkan sebagai ruang belajar terbuka terkait geologi, pola angin, dan pembentukan bentang alam.
Tidak kalah menarik, Gili Iyang menjadi destinasi favorit berkat statusnya sebagai pulau dengan kadar oksigen terbaik kedua di dunia. Selain cocok untuk healing, pulau ini juga menjadi laboratorium alam untuk mempelajari ekosistem laut dan konservasi udara.
Di sisi budaya, Museum Keraton Sumenep menjadi pusat edukasi sejarah peradaban Madura melalui koleksi kerajaan, arsitektur klasik, dan narasi budaya yang tersaji di dalamnya.
“Pariwisata tidak hanya soal datang dan pulang. Kami ingin setiap wisatawan mendapatkan pengalaman bermakna dan pengetahuan baru. Inilah konsep wisata berkelanjutan masa depan,” tegas Bupati.
Dengan keunggulan destinasi alam, budaya, dan edukasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap libur Nataru bukan hanya meningkatkan ekonomi masyarakat lokal, tetapi juga memperluas wawasan publik mengenai pentingnya menjaga warisan budaya dan lingkungan.














