SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menggencarkan Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam aksi bersih-bersih di sejumlah ruas jalan kawasan kota.
Kali ini, OPD menyasar wilayah tengah hingga timur kota, meliputi Jalan Dr. Cipto, Jalan Lingkar Timur, hingga sepanjang Jalan KH. Mansyur. Sebelumnya, pemerintah daerah telah melaksanakan kegiatan serupa di beberapa titik, mulai dari kawasan selatan hingga barat kota.
Pada tahap awal, petugas membersihkan area dari Jalan Halim Perdana Kusuma hingga Jalan Trunojoyo. Selanjutnya, kegiatan berlanjut ke Jalan Syahid Husin, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Raung, dan Jalan KH. Wahid Hasyim. Aksi kemudian menyasar wilayah barat kota, mencakup Jalan Pahlawan, Jalan Teuku Umar, Jalan Raya Kebunagung, hingga Jalan Asta Tinggi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada fasilitas umum, tetapi juga menjangkau titik-titik kumuh yang selama ini kurang tersentuh.
“Kami mengerahkan seluruh armada dan personel kebersihan untuk memastikan kegiatan ini berjalan maksimal,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Selain itu, Pemkab Sumenep juga menginisiasi gerakan bersih-bersih massal secara serentak mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Pemerintah turut melibatkan berbagai pihak, termasuk instansi vertikal, BUMN, BUMD, TNI, dan Polri.
Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemerintah mengajak camat, lurah, dan kepala desa untuk menggerakkan warga melalui kegiatan Jumat Bersih di wilayah masing-masing. Di Kecamatan Kalianget, misalnya, kegiatan ini melibatkan BUMN seperti PT Garam dan Pelindo.
Melalui gerakan ini, pemerintah berupaya memutus rantai penyebaran penyakit dengan menghilangkan sarang nyamuk, memperlancar saluran air guna mencegah genangan, serta membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Pemkab juga menerapkan budaya kebersihan di lingkungan perkantoran melalui kegiatan rutin setiap Selasa. Pemerintah berharap gerakan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi budaya yang melekat di masyarakat.
“Kesadaran kolektif sangat penting agar kita bisa menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah,” pungkasnya.














