Rumah Bantuan BSPS Ambruk di Giligenting, Warga Pertanyakan Kualitas Bangunan

Rumah bantuan BSPS ambruk di Giligenting, Sumenep, warga bersihkan puing bangunan
Rumah warga di Desa Aenganyar, Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep, dinding sebelah kiri ambruk pada Jumat dini hari (Foto: Tim Falih Media)

SUMENEP – Sebuah rumah bantuan dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dilaporkan ambruk pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB di Desa Aenganyar, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura.

Rumah tersebut merupakan bagian dari puluhan unit yang dibangun melalui program Kementerian PUPR pada tahun 2024, ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, insiden ini justru menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas bangunan yang diberikan pemerintah.

Pemilik rumah, Rahwi, menuturkan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di teras, sementara istrinya sedang tidur di dalam rumah.

“Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, istri langsung lari keluar menyelamatkan diri,” ujar Rahwi kepada Falihmedia.com, Jumat (8/8/2025).

Menurut warga sekitar, rumah tersebut baru berdiri kurang dari dua tahun.

Tidak ada angin kencang atau gempa, tapi rumah sudah roboh,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Banyak warga menduga bahwa konstruksi bangunan tidak memenuhi standar. Mereka menyebut material bangunan yang digunakan tampak kurang berkualitas, dan proses pembangunan dilakukan secara tergesa-gesa.

“Kelihatan sekali semennya sedikit, jadi bangunan mudah rapuh,” ujar warga lainnya.

Program BSPS sejatinya menjadi andalan pemerintah dalam menyediakan rumah layak huni dan mengurangi angka kemiskinan. Namun, kejadian ini menjadi sorotan serius atas lemahnya pengawasan di lapangan.

Warga berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan perbaikan, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh unit rumah bantuan di kawasan tersebut.

“Kami ingin penyebab ambruknya rumah ini ditelusuri, apakah karena kesalahan teknis atau adanya penyimpangan,” harap warga.

Kini rumah yang awalnya mengalami ambruk disebelah kiri dan adanya keretakan di bagian dinding kanan telah dibongkar total untuk menghindari ambruk susulan. Warga setempat turut membantu membersihkan puing-puing bangunan. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, termasuk kerusakan pada genting dan tempat tidur yang patah.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi bangunan memang memprihatinkan, terutama pada struktur yang terlihat minim penggunaan semen, membuatnya sangat rentan runtuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.