Ribuan Warga Bangkalan Gelar Aksi Tolak Nepotisme

Ribuan warga menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Bangkalan, Rabu (10/9/2025)
Ribuan warga menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Bangkalan, Rabu (10/9/2025)

FALIHMEDIA.COM | BANGKALAN – Ribuan masyarakatyang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bangkalan (AMB) turunke jalan dan menggelar aksi damai di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Rabu (10/9/2025).

Dalam unjuk rasa tersebut, massa menuntut pemerintahan yang bersih, transparan, serta bebas praktik nepotisme yang dianggap masih mewarnai kebijakan daerah.

Massa membawa sejumlah spanduk dan poster berisi kritik tajam, seperti “Stop Nepotisme” dan desakan terkait transparansi pengelolaan aset daerah serta penanganan masalah sampah.

Tokoh masyarakat sekaligus penggerak aksi, Babe Isro’, menyampaikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Bupati Bangkalan Lukman Hakim dan Wakil Bupati Moh Fauzan Ja’far. Menurutnya, sejumlah janji kampanye belum terealisasi.

“Proses tender lelang harus terbuka tanpa intervensi. Jika tidak ada perubahan, tahun 2026 kami akan kembali dengan jumlah massa lebih besar,” tegas Babe Isro’ dalam orasinya.

Ia juga menekankan bahwa Bangkalan adalah milik seluruh masyarakat, bukan segelintir kelompok.

“Pemimpin Bangkalan hanya satu, jangan sampai ada bayang-bayang lain dalam kepemimpinan,” tambahnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Lukman Hakim bersama Wabup Moh Fauzan Ja’far langsung menemui massa aksi. Lukman menegaskan komitmennya untuk membangun pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan bebas intervensi.

“Aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi kontrol sosial serta bahan evaluasi bagi kami dalam menyusun kebijakan ke depan,” ujarnya.

Bupati juga memaparkan beberapa langkah nyata, mulai dari pembentukan Satgas Pengamanan Aset, pembangunan 53 ruas jalan kabupaten, hingga perbaikan 113 sekolah. Untuk mengatasi persoalan sampah, Pemkab Bangkalan sudah menyiapkan anggaran pembangunan TPS dan pembebasan lahan TPA.

“Pengelolaan sampah harus dilakukan sistematis, dari hulu ke hilir. Inilah yang sedang kami siapkan demi Bangkalan yang lebih bersih,” jelas Lukman.

Di akhir pernyataannya, Lukman mengakui masih banyak kekurangan dalam tujuh bulan kepemimpinannya, namun berjanji terus berbenah demi kepentingan rakyat.

Aksi ribuan massa tersebut berlangsung damai dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Setelah menyampaikan tuntutan, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib

Ikuti Kami Juga Google Berita