MADIUN – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, menyambut positif program revitalisasi dan rehabilitasi sarana serta prasarana SMA, SMK, dan SLB di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Madiun dan Ponorogo. Program yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut dinilai mampu memperkuat kualitas pendidikan di Kota Madiun.
Bagus menilai dukungan dari Pemprov Jawa Timur menjadi dorongan penting bagi pengembangan dunia pendidikan di daerahnya. Ia menyebut sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota dapat mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kalau Jawa Timur memiliki misi Jatim Cerdas, maka Kota Madiun menjalankan misi Madiun Pintar,” ujar Bagus, Jumat (13/3/2026).
Menurut Bagus, pemerintah provinsi memiliki kewenangan dalam pembangunan fisik sekolah tingkat SMA sederajat. Meski demikian, Pemerintah Kota Madiun tetap mengambil peran melalui berbagai program pendukung di sektor pendidikan.
Pemkot Madiun, kata dia, menyiapkan berbagai program beasiswa bagi masyarakat. Pemerintah kota membuka kesempatan pendidikan melalui beasiswa jenjang S1, S2, hingga S3 bagi warga Kota Madiun.
“Kami menyiapkan dukungan lain di luar pembangunan fisik sekolah, seperti beasiswa S1, S2, dan S3 bagi masyarakat Kota Madiun,” jelasnya.
Bagus menambahkan, kolaborasi antara pembangunan fasilitas pendidikan dari Pemprov Jawa Timur dan program beasiswa dari Pemkot Madiun diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Ia menjelaskan, sektor pendidikan menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian IPM, khususnya pada aspek rata-rata lama sekolah.
“Saat ini IPM Kota Madiun berada di angka 85,12. Angka ini masih berada di bawah Kota Surabaya dan Malang, tetapi mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.
Bagus optimistis perbaikan sarana dan prasarana sekolah akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa. Kondisi tersebut diyakini dapat meningkatkan semangat belajar dan mempermudah pelaksanaan berbagai program pendidikan lainnya.
“Bangunan sekolah yang lebih baik biasanya membuat siswa lebih nyaman belajar. Dengan kondisi itu, intervensi program pendidikan lain juga akan lebih mudah dilakukan,” katanya.













