JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menanyakan kondisi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai acara penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Momen tersebut terjadi setelah Prabowo menyelesaikan sesi foto bersama dan berbincang dengan sejumlah pejabat negara serta pimpinan DPR RI yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam pertemuan itu, Prabowo terlihat berdialog dengan Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, hingga Panglima TNI Agus Subiyanto.
Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi I DPR Budi Djiwandono, serta Anton Sukartono juga tampak hadir dalam perbincangan tersebut.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy ikut berada di sekitar lokasi sambil mengikuti jalannya diskusi.
Saat hendak meninggalkan lokasi acara, Prabowo menyalami satu per satu pejabat yang hadir. Ketika berjabat tangan dengan Purbaya, Prabowo melontarkan pertanyaan singkat mengenai kondisi dolar AS.
“Dolar gimana?” tanya Prabowo kepada Purbaya.
Percakapan singkat itu muncul di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin pagi.
Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (18/5/2026) pukul 09.10 WIB, dolar AS menguat ke level Rp17.658. Nilai tersebut naik sekitar 61 poin atau 0,35 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah kali ini mencatat level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS. Penguatan mata uang Negeri Paman Sam juga terjadi terhadap sejumlah mata uang global lainnya di tengah dinamika ekonomi internasional.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar terus memantau langkah pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal global.














