SEMARANG – Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik kayu di Kawasan Industri Candi (KIC), Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (7/6/2026) pagi. Peristiwa tersebut menghanguskan hampir seluruh bangunan pabrik dan menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Meski kobaran api melalap sebagian besar area pabrik, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Saat kebakaran terjadi, aktivitas operasional pabrik sedang berhenti karena libur akhir pekan.
Berdasarkan informasi di lokasi, kebakaran pertama kali terdeteksi sekitar pukul 04.00 WIB. Dugaan sementara menunjukkan api muncul dari area produksi sebelum menyebar ke bagian bangunan lainnya.
Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi ke udara dan menyelimuti kawasan industri. Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit, terutama karena banyaknya material mudah terbakar yang tersimpan di dalam pabrik.
Baca juga: Korsleting Listrik Hanguskan Dua Rumah di Sampang, Kerugian Capai Rp150 Juta
Tumpukan kayu, tripleks, serta sejumlah bahan kimia mempercepat penyebaran api. Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke hampir seluruh bangunan sehingga menyebabkan kerusakan parah.
Hingga pukul 08.00 WIB, petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan api yang belum sepenuhnya padam. Kondisi di sekitar lokasi juga masih dipenuhi asap tebal yang mengganggu jarak pandang.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang langsung mengerahkan tim ke lokasi begitu menerima laporan kejadian. Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dan puluhan personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merembet ke bangunan lain di kawasan industri.
Baca juga: Kebakaran Kemayoran Hanguskan 250 Rumah, BPBD DKI Salurkan Bantuan untuk 620 Warga Terdampak
Kepala Seksi Operasi Damkar Kota Semarang, Agus Sulis, mengatakan petugas terus berupaya melokalisasi titik api agar tidak semakin meluas.
“Kami masih terus berjibaku di lapangan. Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dan puluhan personel telah dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api,” ujarnya.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan pasokan air di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kobaran api yang terus membesar akibat material mudah terbakar di dalam pabrik.
Baca juga: Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pamekasan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp2 Miliar
Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan proses pendinginan dan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Aparat juga masih menghitung total kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.
Beruntung, tidak ada pekerja yang berada di dalam pabrik saat kebakaran terjadi sehingga seluruh karyawan selamat dari peristiwa tersebut. Namun, sebagian besar aset dan fasilitas produksi dilaporkan mengalami kerusakan akibat amukan si jago merah.













