SITUBONDO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menangani banjir yang melanda Kabupaten Situbondo. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan percepatan pengerjaan infrastruktur pengendali banjir untuk melindungi permukiman warga dari risiko luapan air.
Upaya utama yang dilakukan meliputi normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi serta penguatan bronjong di sejumlah titik rawan. Tingginya endapan lumpur di aliran sungai dinilai menjadi faktor utama penyebab banjir saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kapasitas sungai yang menyempit akibat sedimentasi harus segera dikembalikan agar aliran air dapat kembali normal. Menurutnya, pengerukan tidak bisa ditunda karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga.
“Yang paling strategis adalah pengerukan sedimentasi secara signifikan, ditambah penguatan bronjong agar mampu menahan luapan air saat debit sungai meningkat,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi terdampak, Sabtu (24/1/2026).
Namun demikian, proses pengerukan menghadapi tantangan akses. Penggunaan alat berat seperti ekskavator membutuhkan jalur yang memadai, sementara sebagian lokasi berada di kawasan permukiman padat. Untuk itu, Khofifah meminta Pemerintah Kabupaten Situbondo menentukan jalur alternatif agar alat berat dapat menjangkau titik pengerjaan.
“Kalau ekskavator tidak bisa lewat gang sempit, harus dicarikan akses lain. Bupati akan memandu jalur terbaik agar pekerjaan bisa segera dilakukan,” tambahnya.
Selain normalisasi sungai, Pemprov Jatim juga memprioritaskan penguatan tanggul dengan penambahan dan pelapisan ulang bronjong agar lebih kokoh menghadapi arus sungai yang deras.
Di sektor pertanian, solusi jangka pendek turut disiapkan. Mengingat Situbondo telah memasuki musim tanam, Pemprov Jatim akan memasang pipa-pipa air untuk memastikan suplai irigasi ke lahan persawahan tetap berjalan.
“Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air akan menyiapkan pipa untuk mengalirkan air ke sawah yang sedang dalam proses tanam,” jelas Khofifah.
Sementara itu, untuk penanganan pascabencana, Gubernur Khofifah meminta Bupati Situbondo memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Dua dapur umum telah disiagakan untuk menyalurkan makanan kepada penyintas sebanyak tiga kali sehari, serta layanan kesehatan diperkuat melalui Puskesmas terdekat.
Langkah terpadu ini diharapkan mampu menekan kerugian warga sekaligus mencegah terjadinya banjir susulan di kemudian hari.














