BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan resmi meluncurkan produk beras lokal bermerek Beraus Desa Azmi 99 sebagai langkah memperkuat hilirisasi sektor pangan dan meningkatkan nilai tambah hasil panen petani. Peluncuran berlangsung di gudang produksi CV Berdua Berkah Dunia Akhirat, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Selasa (7/7/2026).
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, memimpin langsung peluncuran produk tersebut. Ia menilai sektor pangan memiliki potensi ekonomi yang besar apabila proses pengolahan gabah dilakukan di dalam daerah.
Menurut Lukman, Bangkalan memiliki sekitar 13.000 hingga 15.000 aparatur sipil negara (ASN). Dengan asumsi kebutuhan konsumsi sedikitnya lima kilogram beras setiap bulan untuk setiap ASN, nilai perputaran ekonomi di sektor beras diperkirakan mencapai sekitar Rp30 miliar.
Namun, selama ini potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal karena gabah hasil panen petani lebih banyak dipasarkan ke luar daerah.
“Gabah hasil panen petani kita selama ini sering dibeli tengkulak untuk dibawa ke Surabaya. Setelah digiling dan dikemas di sana, beras tersebut kembali dijual ke Bangkalan dengan harga yang lebih tinggi,” ujar Lukman Hakim.
Ia menegaskan, kehadiran Beras Desa Azmi 99 diharapkan mampu membangun ekosistem pangan yang lebih mandiri sekaligus memperkuat industri penggilingan padi lokal. Pemerintah daerah juga akan terus mendorong hilirisasi agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sebelum dipasarkan.
“Sektor pengolahan padi di dalam daerah merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan karena beras menjadi kebutuhan pokok masyarakat setiap hari,” katanya.
Sementara itu, Komisaris CV Berdua Berkah Dunia Akhirat, Moh. Ilyas, mengatakan perusahaan telah menyiapkan fasilitas penggilingan modern untuk menghasilkan beras berkualitas. Menurutnya, produk Beras Desa Azmi 99 masuk kategori beras medium, tetapi telah memenuhi standar mutu yang mendekati kualitas premium.
Ia mengungkapkan, perusahaan juga mulai mengirimkan puluhan ton beras ke sejumlah daerah, termasuk Jakarta dan sekitarnya. Meski demikian, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat memperkuat serapan pasar terhadap produk lokal tersebut.
“Kami berharap dukungan pemerintah daerah agar produk beras lokal Bangkalan semakin terserap pasar dan mampu bersaing dengan produk dari luar daerah,” ujar Ilyas.
Melalui peluncuran Beras Desa Azmi 99, Pemkab Bangkalan berharap industri pengolahan beras lokal terus berkembang, meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.














