Pemdes Galis Giligenting dan Warga Bersinergi Aspal Jalan Buton di Dusun Julung Lao’

Kepala Desa Galis, Akhmad Safri Wiarda bersama Camat Giligenting, Abd. Said, S. Sos. I., Ms. I saat meninjau pengaspalan jalan buton di Dusun Julung Lao' sepanjang 200 meter
Kepala Desa Galis, Akhmad Safri Wiarda bersama Camat Giligenting, Abd. Said, S. Sos. I., Ms. I saat meninjau pengaspalan jalan buton di Dusun Julung Lao' sepanjang 200 meter (Foto: Syafi'ih)

SUMENEP – Pemerintah Desa (Pemdes) Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur jalan. Kali ini, Pemdes Galis berhasil merealisasikan pengaspalan jalan buton di Dusun Julung Lao’ melalui sinergi antara Dana Desa dan partisipasi swadaya masyarakat.

Kepala Desa Galis, Akhmad Safri Wiarda, menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini merupakan salah satu prioritas utama yang masuk dalam program kerja tahun ini. Pengaspalan jalan dilakukan dengan memanfaatkan Dana Desa (DD) yang digabungkan dengan gotong royong warga.

“Kami sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat. Selain menggunakan Dana Desa, warga juga ikut berpartisipasi secara swadaya, baik tenaga maupun material. Ini bukti nyata sinergi pemerintah dan masyarakat dalam membangun desa,” ungkap Safri kepada Falihmedia.com, Kamis (17/7/2025).

Jalan di Dusun Julung Lao’ sebelumnya dalam kondisi rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Dengan pengaspalan jalan buton, kini akses transportasi warga menjadi lebih lancar. Hal ini berdampak positif terhadap kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat.

“Untuk DD sendiri yang dibangun sepanjang 300 meter,” jelasnya.

Pembangunan infrastruktur ini tidak hanya mengandalkan DD, tetapi juga melibatkan kontribusi warga melalui gotong royong. Masyarakat ikut serta dalam pengerjaan proyek, menyediakan material, hingga mendukung kelancaran proses pembangunan.

“Hasil swadaya masyarakat sendiri sepanjang 700 meter yang menghubungkan antar Dusun” paparnya.

Terkait berswadaya, lanjut Safri, pemerintah memang memperbolehkan, sebab, dengan adanya swadaya ini pemerintah dan masyarakat bisa bersinergi dan solid dalam membangun desa.

“Dengan adanya swadaya ini, masyarakat dan pemerintah desa bisa lebih bersinergi dalam membangun desa serta menuju desa mandiri,” ungkapnya.

Pemdes Galis berharap kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat dapat terus terjalin dalam program pembangunan lainnya. Dengan sinergi yang baik, pemerataan pembangunan di Desa Galis dapat terwujud lebih cepat dan merata.

“Pemerintah Desa juga punya program setiap minggunya, yaitu Jumat Bersih (Jumsih) yang juga melibatkan masyarakat guna untuk menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News dan WhatsApp Channel
atau Telegram Channel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber falihmedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses