MWC NU Giligenting Istiqomah Gelar Kajian Kitab Kuning Safinatun Najah

Ngaji Kitab Kuning oleh Wakil Rais Syuriah, KH. Abdullah Anwar di Kantor MWC NU Giligenting
Ngaji Kitab Kuning oleh Wakil Rais Syuriah, KH. Abdullah Anwar di Kantor MWC NU Giligenting (Foto: Abd. Rahman)

FALIHMEDIA.COM | SUMENEPMajelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, terus menjaga tradisi keilmuan pesantren dengan menggelar kajian kitab kuning secara rutin setiap bulan. Kegiatan ini sudah berlangsung istiqomah sejak beberapa tahun lalu.

Kajian tersebut dilaksanakan di Kantor MWC NU Giligenting dan diikuti oleh para pengurus MWC, pengurus ranting NU se-Giligenting, serta warga Nahdliyin di wilayah tersebut.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Giligenting, KH. Yahya, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa kitab yang dikaji adalah Safinatun Najah, salah satu kitab dasar yang banyak dipelajari di pondok pesantren di seluruh Indonesia.

“Kajian kitab Safinatun Najah ini bertujuan memperdalam pemahaman keagamaan, khususnya fiqih, yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu juga untuk mempererat tali silaturahim antar pengurus NU dan warga Nahdliyin,” jelas KH. Yahya, Jumat (15/03/2024).

Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah untuk mentradisikan kembali semangat keilmuan pesantren di tengah masyarakat Giligenting. Kajian kitab juga menjadi sarana memperkokoh nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi dasar perjuangan NU.

Tradisi Kajian Kitab yang Terus Dilestarikan

Kajian dimulai dengan pembacaan kitab Safinatun Najah oleh Wakil Rais Syuriah, KH. Abdullah Anwar, kemudian dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab seputar tema fiqih yang sedang dibahas.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan istiqomah. Tradisi kajian kitab seperti ini merupakan warisan ulama NU yang wajib dilestarikan oleh para kader,” tambah KH. Yahya.

Selain pengajian kitab, forum ini juga dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan pembahasan program kerja MWC NU Giligenting. Hal tersebut dilakukan agar kegiatan organisasi tetap berjalan efektif dan selaras dengan kebutuhan jamaah.

Menguatkan Pemahaman Fiqih dan Tradisi Keilmuan NU

KH. Yahya menegaskan pentingnya warga Nahdliyin memahami ilmu-ilmu agama, khususnya ilmu fiqih, yang berkaitan dengan thoharoh, sholat, puasa, zakat, haji, hingga mawaris.

“Kajian Safinatun Najah ini tidak hanya memperdalam ilmu fiqih, tapi juga menjadi media memperkuat dan melestarikan tradisi keilmuan ulama NU. Harapannya kegiatan ini terus berkembang dan istiqomah, khususnya di bulan Ramadhan,” tandasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan keistiqomahan, MWC NU Giligenting berkomitmen untuk terus menjaga tradisi kajian kitab kuning sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an di tengah masyarakat.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *