Musrenbangdes Parsanga 2024: Fokus pada Pembangunan PAUD dan Pemberdayaan Masyarakat

Musrenbangdes Parsanga 2024 Fokus pada Pembangunan PAUD dan Pemberdayaan Masyarakat
Camat Kota Sumenep, Yudi Nursukmadiyanto, memberikan Perayaan pada Musrenbangdes Parsanga 2024 di Balai Desa Parsanga, menekankan pentingnya pembangunan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat (Foto: Pemkab Sumenep)

SUMENEP – Pemerintah Desa (Pemdes) Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Parsanga 2025. Kegiatan tersebut membahas dan menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2025.

Musrenbangdes berlangsung di Balai Desa Parsanga, Jumat (23/8/2024). Kegiatan ini dihadiri Ketua dan anggota BPD, ketua RT, perwakilan pemuda dan perempuan, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.

Kerjasama Media

Musrenbangdes menjadi forum untuk menampung berbagai aspirasi masyarakat. Selanjutnya, usulan tersebut menjadi bahan dalam penyusunan program pembangunan desa tahun 2025.

Camat Dorong Usulan Pembangunan Lebih Beragam

Camat Kota Sumenep, Yudi Nursukmadiyanto, berharap Musrenbangdes Parsanga 2025 dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan. Menurutnya, perencanaan pembangunan harus mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

Selain itu, program yang disusun perlu disesuaikan dengan visi dan misi kepala desa yang telah disampaikan kepada masyarakat.

“Diharapkan usulan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur saja, namun program pemberdayaan sumber daya masyarakat, pemberdayaan ekonomi, sosial dan semacamnya juga harus menjadi perhatian,” ujar Yudi dalam sambutannya.

Yudi menilai pembangunan desa tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), ekonomi, sosial, dan kesehatan juga perlu menjadi perhatian.

Ia mencontohkan program beasiswa bagi pelajar dan pembangunan sarana pendidikan. Di bidang kesehatan, pemerintah desa dapat meningkatkan pemberdayaan PKK serta kegiatan Posyandu.

Penurunan Stunting Jadi Perhatian

Selain pendidikan dan kesehatan, Yudi juga mengingatkan pentingnya program penurunan tengkes atau stunting. Menurutnya, penanganan stunting saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Karena itu, perencanaan pembangunan desa perlu diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Yudi juga mendorong Pemdes Parsanga mengembangkan program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Ia menyebut seluruh kepala desa di Kabupaten Sumenep sebelumnya telah melakukan studi banding ke desa yang dinilai berhasil mengembangkan usaha melalui BUMDes.

“Jadi perencanaan pembangunan yang dilaksanakan melalui musyawarah di tingkat desa ini benar-benar harus matang, sehingga akan menghasilkan kemajuan untuk desa dan kesejahteraan dinikmati oleh masyarakat,” tambahnya.

Parsanga Prioritaskan Pembangunan Gedung PAUD

Sementara itu, Kepala Desa Parsanga, Muhammad Sholehoddin, S.AN, mengatakan Musrenbangdes kali ini membahas Rancangan RKPDes Parsanga 2025.

Rancangan tersebut disampaikan untuk mendapatkan tanggapan, masukan, dan usulan dari masyarakat. Setelah melalui pembahasan, rancangan tersebut akan ditetapkan menjadi RKPDes 2025.

“Untuk saat ini Desa Parsanga memang memprioritaskan pembangunan Gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang sudah mulai dibangun tahun ini dan akan dilanjutkan 2025 nanti,” ujarnya.

Selain pembangunan gedung PAUD, berbagai program lainnya tetap disusun berdasarkan skala prioritas. Program tersebut mencakup tiga dusun yang berada di Desa Parsanga, yakni Dusun Patenongan, Temor Leke, dan Perreng Tale.

Pembangunan Tidak Hanya Mengandalkan Dana Desa

Muhammad Sholehoddin menegaskan, pembangunan Desa Parsanga tidak hanya bergantung pada Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Pemdes Parsanga juga mengusulkan sejumlah program kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga pemerintah pusat.

Upaya tersebut telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, pada 2024 sudah terdapat sejumlah pembangunan yang berasal dari program di luar Dana Desa, termasuk pembangunan jalan aspal.

“Kami terus mengupayakan beberapa pembangunan di desa selain dari DD dan ADD, kami usulkan untuk mendapatkan program dari kabupaten, provinsi hingga pusat, sehingga pembangunan Desa Parsanga bisa terselesaikan dengan baik sesuai harapan masyarakat,” tandasnya.

RKPDes 2025 Memuat Berbagai Program

Dalam RKPDes Parsanga 2025, terdapat sejumlah program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut terbagi dalam beberapa bidang.

Pertama, bidang penyelenggaraan pemerintahan desa yang memuat 15 poin kegiatan. Salah satunya adalah pengembangan sistem informasi desa.

Kedua, bidang pembangunan desa yang memuat 17 poin kegiatan. Salah satu program prioritasnya adalah pembangunan gedung PAUD.

Ketiga, bidang pembinaan kemasyarakatan yang memuat dua poin kegiatan. Di antaranya penyelenggaraan kesenian, kebudayaan, dan keagamaan.

Keempat, bidang pemberdayaan masyarakat yang memuat satu poin kegiatan. Program tersebut berupa peningkatan kapasitas kepala desa dan perangkat desa.

Selain itu, terdapat bidang keadaan yang mendesak. Program di dalamnya meliputi Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk kemiskinan ekstrem serta belanja tidak terduga.

Melalui Musrenbangdes Parsanga 2025, pemerintah desa berharap seluruh program yang direncanakan dapat dilaksanakan sesuai skala prioritas. Dengan begitu, pembangunan dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Parsanga.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita
Writer: HadiEditor: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *