52 Kg Sabu Ditemukan di Laut Masalembu, Zamrud Khan: Ini Ancaman Serius bagi Jawa Timur

Direktur Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (P2NOT) Jatim, Zamrud Khan
Direktur Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (P2NOT) Jatim, Zamrud Khan

FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Penemuan 52 kilogram narkotika jenis sabu di perairan Laut Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menuai perhatian serius dari Direktur Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (P2NOT) Jatim, Zamrud Khan. Ia menegaskan bahwa kasus ini merupakan ancaman besar, tidak hanya bagi wilayah Madura, tetapi juga seluruh provinsi Jawa Timur.

“Data yang kami terima hari ini menunjukkan bahwa jenis sabu yang ditemukan mencapai 52 kilogram. Jumlah ini sangat signifikan dan menjadi bahaya nyata yang harus dihadapi bersama,” ujar Zamrud Khan, Rabu (4/6/2025).

Ia menjabarkan, jika satu gram sabu dikonsumsi oleh satu individu, maka jumlah itu dapat memengaruhi hingga 52.000 orang. Nilai ekonomis barang haram tersebut juga ditaksir hampir mencapai Rp55 miliar.

“Ini bukan sekadar penemuan narkoba biasa. Dengan jumlah sebesar itu, kita bisa menyelamatkan puluhan ribu jiwa dari bahaya narkotika. Ini adalah bentuk kejahatan luar biasa dan harus ditangani dengan pendekatan luar biasa juga,” tegasnya.

Zamrud menyerukan agar semua lembaga terkait dari Polda Jatim, TNI AL, BNNP, hingga Mabes Polri bersinergi untuk menangani kasus ini secara modern dan kolaboratif.

“Pendekatan konvensional tidak lagi relevan. Negara harus hadir dengan semua sumber daya yang dimilikinya. Jangan sampai perairan Masalembu dijadikan jalur masuk narkoba karena lemahnya pengawasan laut,” tambahnya.

Menurut Zamrud, kemasan sabu yang ditemukan memiliki kemiripan dengan temuan kasus sebelumnya di Riau dan Jembatan Suramadu. Hal ini mengindikasikan adanya pola distribusi yang serupa dan kemungkinan besar bagian dari jaringan narkotika berskala besar.

“Apakah ini jaringan internasional atau lintas provinsi, kita serahkan pada penegak hukum. Namun, pola distribusi dan kemiripan fisik dari barang bukti patut dicurigai sebagai bagian dari sindikat besar yang terorganisir,” jelasnya.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang memberikan informasi awal hingga sabu tersebut bisa ditemukan. Zamrud menyarankan pemerintah memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi nyata atas keterlibatan warga.

“Peran masyarakat sangat penting. Negara wajib memberikan apresiasi, baik dalam bentuk simbolis maupun materi. Jangan pernah abaikan kontribusi mereka,” ucapnya.

Selain itu, ia menyoroti lemahnya pengawasan laut di kawasan Masalembu, yang membuka celah besar bagi penyelundupan narkoba. Zamrud menyarankan keterlibatan aktif TNI dalam sistem pengawasan laut, tetap di bawah koordinasi BNN dan kepolisian.

“Jangan biarkan aparat hanya pasif. Harus ada langkah investigatif lanjutan untuk mengungkap asal barang, jaringan pengedar, dan tujuan akhirnya. Kita tidak boleh kecolongan lagi,” katanya.

Sebagai penutup, Zamrud mengingatkan bahwa sindikat narkotika terus mengembangkan metode baru yang semakin canggih. Maka dari itu, aparat penegak hukum juga harus menggunakan teknologi dan strategi modern dalam penanganan.

“Undang-Undang Narkotika sudah memberikan kewenangan untuk penyadapan. Gunakan itu. Jangan hadapi kejahatan modern dengan metode lama. Saatnya bergerak cepat dan cerdas,” tutupnya dengan tegas.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *