SUMENEP – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Kota Sumenep menggelar Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 di lapangan MAN Sumenep, Sabtu (15/8/2026).
Ratusan anggota Pramuka golongan Penggalang dan Penegak dari berbagai Gugus Depan (Gudep) se-Kwarran Kota Sumenep mengikuti upacara tersebut. Kegiatan menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus mendorong peran generasi muda dalam mendukung swasembada pangan.
Camat Kota Sumenep Yudi Nursukmadyanto bertindak sebagai pembina upacara sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran). Ketua Kwarran Kota Sumenep Surachman beserta jajaran pengurus turut hadir bersama Danramil Kota, Kapolsek Kota, para pembina, Mabigus, serta tamu undangan.
Dalam amanatnya, Yudi membacakan pesan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso. Pesan tersebut menyoroti perjalanan 65 tahun Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, dan mencintai tanah air.
Menurut Budi Waseso, nilai Tri Satya dan Dasa Darma harus terus menjadi pedoman anggota Pramuka dalam menghadapi perubahan zaman. Karena itu, peringatan Hari Pramuka tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus mendorong kontribusi nyata bagi bangsa.
Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Tema tersebut mencerminkan komitmen Gerakan Pramuka untuk mendukung Asta Cita ke-2 Pemerintah Republik Indonesia yang mencakup swasembada pangan, energi, dan air.
Budi Waseso menegaskan, swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pertanian. Generasi muda juga membutuhkan pengetahuan pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kemampuan menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar.
“Melalui pendidikan kepramukaan, generasi muda didorong untuk mencintai bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Pramuka juga diarahkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan, mampu memanfaatkan teknologi tepat guna, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak usia muda,” ujarnya.
Hadapi Tantangan Era Digital
Ketua Kwarnas juga mengingatkan anggota Pramuka terhadap berbagai tantangan yang berkembang, mulai dari perubahan iklim, kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan, dinamika geopolitik, ketahanan pangan dan energi, hingga perubahan dunia kerja.
Gerakan Pramuka juga menghadapi persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, perjudian daring, serta menurunnya kepedulian sosial.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pendidikan kepramukaan terus berkembang dari konsep learning by doing menuju learning, creating, and solving. Pendekatan ini mendorong anggota Pramuka untuk tidak hanya belajar melalui pengalaman, tetapi juga menciptakan gagasan dan menyelesaikan persoalan nyata.
Melalui pendekatan tersebut, anggota Pramuka diharapkan memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan, keberanian mencoba, serta kemampuan menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi Gugus Depan, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
“Mari menjadikan peringatan Hari Pramuka ke-65 sebagai momentum memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, dan meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara,” kata Budi Waseso dalam pesan yang dibacakan Yudi.
Kwarran Kota Sumenep Perkuat Sinergi
Ketua Kwarran Kota Sumenep Surachman mengapresiasi para pembina, orang tua, dan sekolah yang terus mendukung kegiatan kepramukaan.
Ia berharap peringatan Hari Pramuka ke-65 semakin memperkuat sinergi seluruh pihak dalam membentuk generasi muda yang memiliki daya saing dan kesiapan menjadi pemimpin masa depan.
“Kwarran Kota Sumenep berkomitmen terus berupaya menghadirkan pendidikan yang mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai perubahan tersebut dengan tetap berpegang pada Tri Satya dan Dasa Darma sebagai landasan karakter, etika, gotong royong, dan semangat kebangsaan,” ujar Surachman.
Rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarran Kota Sumenep juga mencakup kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan. Sejumlah Gudep melaksanakan kerja bakti di lingkungan sekolah maupun sejumlah fasilitas publik pada 14 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut antara lain berlangsung di sekitar Labang Mesem, Taman Makam Pahlawan, dan sejumlah lokasi lainnya.
Rangkaian kegiatan itu menunjukkan bahwa pendidikan kepramukaan tidak hanya berlangsung melalui kegiatan upacara dan latihan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
















