FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke Kabupaten Sumenep pada Sabtu (23/8/2025). Kehadirannya bertujuan memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan wabah campak yang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Dalam agenda tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan santunan kepada keluarga 1l7 anak yang meninggal akibat campak. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Pendopo Keraton Sumenep.
“Sebagai bentuk belasungkawa, masing-masing keluarga menerima santunan sebesar Rp10 juta,” kata Khofifah, yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI.
Rakor yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jatim ini dihadiri Dinas Kesehatan Jatim, BPBD, Forkopimda Sumenep, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pertemuan ini difokuskan pada percepatan langkah penanggulangan KLB campak yang kini telah menyebar ke 26 kecamatan.
Selain rapat, Khofifah juga menyempatkan diri menjenguk pasien anak penderita campak yang sedang dirawat di RSUD dr. H. Moh. Anwar, Sumenep.
Dari hasil evaluasi, terungkap fakta mengejutkan. Hampir seluruh korban meninggal tidak pernah menerima imunisasi.
“Dari 17 anak yang meninggal, 16 sama sekali tidak diimunisasi, sementara satu anak hanya mendapat imunisasi tidak lengkap,” jelas Khofifah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini menggenjot berbagai upaya, mulai dari percepatan imunisasi massal hingga memperkuat koordinasi lintas sektor agar penyebaran campak tidak merambah ke daerah lain.
















