Kemenag Sumenep Matangkan Program Kerja 2026 Lewat Rapat Kerja Terpadu

Kepala Kemenag Sumenep Abdul Wasid membuka Rapat Kerja Penyusunan Program Kerja Kemenag Sumenep Tahun 2026
Kepala Kemenag Sumenep Abdul Wasid membuka Rapat Kerja Penyusunan Program dan Rencana Pelaksanaan Tahun 2026 di Aula I Kantor Kemenag Sumenep

SUMENEP – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Kerja (Raker) Penyusunan Program dan Rencana Pelaksanaan Tahun 2026 di Aula I Kantor Kemenag Sumenep, Senin (19/1/2026).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa perencanaan program harus disusun secara matang, terukur, dan berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.

Abdul Wasid mengajak seluruh jajaran Kemenag Sumenep untuk merancang program kerja yang tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan keagamaan.

“Kami ingin seluruh program kerja yang disusun benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat serta meningkatkan mutu pelayanan keagamaan dan pendidikan di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan sinergi lintas sektor serta peningkatan komitmen bersama guna mewujudkan kinerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

Menurut Wasid, rapat kerja ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program dan rencana pelaksanaan tahun 2026 dengan kebijakan nasional Kementerian Agama, termasuk Asta Protas atau delapan program prioritas Kemenag.

“Melalui raker ini, kami berharap seluruh unit dan satuan kerja memiliki arah kebijakan yang jelas, terukur, dan terkoordinasi, sehingga kualitas pelayanan keagamaan dan pendidikan keagamaan dapat terus meningkat pada tahun 2026,” pungkasnya.

Rapat kerja tersebut melibatkan seluruh jajaran pimpinan, perwakilan masing-masing seksi, Kepala Madrasah Negeri, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Pengawas Madrasah, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAIS), serta Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) dan Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI).

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *