FALIHMEDIA.COM | RIAU – Dalam suasana Idul Adha 1446 H, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyerahkan dua ekor sapi kurban kepada Ustaz Abdul Somad (UAS), masing-masing merupakan sumbangan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Presiden RI Prabowo Subianto.
Penyerahan dilakukan usai pelaksanaan salat Idul Adha di Mapolda Riau, Jumat pagi (6/6/2025). Irjen Herry didampingi pejabat utama Polda Riau seperti Kepala Biro SDM Kombes Annisula Ridha, Dirlantas Kombes Taufik Lukman Nurhidayat, dan Kabid Propam Kombes Edwin Louis Sengka, langsung bertolak ke Pondok Pesantren Ma’had Az-Zahra milik UAS di Kampar.
Turut hadir mendampingi dalam kunjungan ini, Gubernur Riau Abdul Wahid. Irjen Herry dan Abdul Wahid tampak kompak mengenakan baju koko putih dan peci merah, menunjukkan semangat kebersamaan dalam suasana hari raya kurban.
Setibanya di ponpes, rombongan disambut hangat oleh Ustaz Abdul Somad dan keluarga besar pesantren. Kegiatan diawali dengan ramah tamah di kediaman UAS, dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban.
Sapi kurban pertama yang diserahkan berasal dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sapi jenis Brahman berbobot 980 kilogram itu telah siap untuk proses penyembelihan. Dalam penyerahannya, Irjen Herry Heryawan menyampaikan pantun:
“Api bukan sembarang api,
Api dibawa sambil berlari.
Sapi bukan sembarang sapi,
Inilah sapi dari Bapak Kapolri”.
Pantun itu langsung dibalas dengan pantun khas UAS yang mengundang tawa:
“Memang cantik kain katun,
Kain katun dari Indragiri.
Saya sampai susah mau buat pantun,
Karena sapi besar sekali”.
Tak hanya itu, Irjen Herry juga menyampaikan penyerahan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto untuk UAS. Ia kembali melontarkan pantun yang disambut hangat oleh sang ustaz.
“Jalan-jalan ke Tanjung Pinang,
Jangan lupa singgah di Mamaden.
Hati kita sangat senang,
Karena mendapatkan sapi dari Bapak Presiden”.
UAS pun menjawab penuh apresiasi:
“Kalau pergi ke Bukit Selasih,
Bukit Selasih membawa api.
Kita ucapkan terima kasih,
Pak Presiden Pak Prabowo yang sudah mengirimkan sapi.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol silaturahmi antara institusi negara dan ulama, tetapi juga memperkuat sinergi dalam menciptakan suasana harmonis dan damai di tengah masyarakat.














