SUMENEP – Tari Muang Sangkal turut mewarnai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep.
Penampilan tarian khas Madura tersebut mendapat apresiasi dari Camat Giligenting Akhmad Hidayat, S.T., M.M. Ia menilai pertunjukan kesenian tradisional tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat.
“Kehadiran tarian tradisional ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Akhmad Hidayat.
Menurutnya, generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk mengenal kesenian tradisional agar memiliki kepedulian terhadap warisan budaya daerah.
Akhmad berharap Tari Muang Sangkal dan kesenian tradisional lainnya terus mendapat ruang untuk tampil dalam berbagai kegiatan masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting agar budaya lokal tetap hidup dan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya.
Tari Muang Sangkal Tampil dengan Busana Tradisional
Tari Muang Sangkal yang tampil dalam rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut berada di bawah asuhan Hj. Uni Al Firdausyiah, Kepala Desa Galis, Kecamatan Giligenting.
Para penari tampil mengenakan busana tradisional lengkap. Gerakan tari yang berpadu dengan busana khas Madura tersebut menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan pertunjukan.
Warga memberikan sambutan antusias selama penampilan berlangsung. Pertunjukan tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali menikmati kesenian tradisional dalam suasana perayaan kemerdekaan.
Akhmad Hidayat menilai keterlibatan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah. Menurutnya, pelestarian tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat dan generasi muda.
Ia juga melihat momentum peringatan kemerdekaan sebagai kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat. Kegiatan semacam itu dapat menjadi sarana menumbuhkan rasa bangga sekaligus kecintaan terhadap budaya sendiri.
“Budaya daerah harus terus dikenalkan kepada generasi penerus agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut memiliki kepedulian untuk menjaga dan melestarikannya,” ujarnya.
Camat Giligenting berharap pertunjukan kesenian tradisional dapat terus hadir dalam berbagai kegiatan di wilayahnya. Dengan begitu, warisan budaya Madura tetap dikenal, dipelajari, dan dicintai oleh generasi mendatang.
















