Dekopinda Sumenep Gelar Diklat dan Uji Kompetensi untuk Tingkatkan SDM Pengurus Koperasi

Peserta Diklat dan Uji Kompetensi Pengurus Koperasi Sumenep di Aula Koperasi Potre Koning
Peserta Diklat dan Uji Kompetensi Pengurus Koperasi Simpan Pinjam Kabupaten Sumenep saat mengikuti sesi pelatihan di Aula Koperasi Potre Koning, 29 Juli 2025

FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Sumenep menggandeng Lembaga Sertifikasi Talenta Wirausaha Nusantara Jawa Timur untuk mengadakan Diklat dan Uji Kompetensi serta Kelayakan bagi Pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP).

Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai 28 hingga 29 Juli 2025, dan diikuti oleh 25 pengurus koperasi yang tersebar di wilayah perkotaan dan pedesaan. Lokasi pelatihan dilaksanakan di Aula Koperasi Potre Koning, yang dikenal sebagai salah satu koperasi percontohan di daerah tersebut.

Ketua Dekopinda Sumenep, Akh. Zaini, menyatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas manajemen koperasi agar lebih profesional dan relevan dengan regulasi pemerintah yang berlaku.

“Penguatan kompetensi ini penting agar pengurus koperasi mampu memfasilitasi kebutuhan anggotanya, terutama dalam hal pembiayaan UMKM yang saat ini sangat membutuhkan akses permodalan,” ujar Zaini saat ditemui di lokasi pelatihan, Selasa (29/7/2025).

Zaini yang juga pernah menjabat di Dinas Koperasi Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat, terutama di sektor akar rumput.

“Dengan manajemen yang andal, koperasi bisa membantu UMKM meningkatkan produksi dan pendapatan, yang pada akhirnya berkontribusi pada kesejahteraan keluarga,” tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Faisol Husni, selaku Kepala Wilayah Lapenkop Jawa Timur dan fasilitator kegiatan, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Dekopinda Sumenep. Ia menyebut bahwa kegiatan ini merupakan uji kompetensi pertama yang digelar di Kabupaten Sumenep dan menjadi contoh baik bagi daerah lain.

“Diklat ini bukan sekadar ujian, tapi peserta juga dibekali dengan pengetahuan untuk melakukan perbaikan koperasi masing-masing,” ungkapnya.

Faisol berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut agar pengurus koperasi di Sumenep mampu menyesuaikan diri dengan tantangan zaman dan kebutuhan anggota koperasi.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *