FALIHMEDIA.COM | SURABAYA – Dua komoditas utama yakni daging ayam dan bawang merah tercatat menjadi penyumbang utama inflasi di Provinsi Jawa Timur. Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melakukan langkah cepat dengan menggelar pasar murah di berbagai daerah.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau kegiatan Pasar Murah di Kabupaten Lamongan, Minggu (26/10/2025), menjelaskan bahwa berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, dua komoditas tersebut terus memberikan kontribusi terhadap inflasi daerah.
“Dari laporan BPS setiap Selasa, bawang merah menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen, sedangkan telur ayam 0,03 persen. Karena itu, kami mengadakan pasar murah agar harga dua kebutuhan pokok ini bisa turun,” ujar Khofifah.
Dalam kegiatan pasar murah, harga daging ayam dijual Rp33.000 per kilogram, jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar umum yang mencapai Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dijual Rp7.000 per ¼ kilogram, sedangkan di pasar tradisional harganya mencapai Rp12.000.
Khofifah berharap program pasar murah ini dapat menekan laju inflasi daerah serta membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Saya optimistis langkah ini dapat menstabilkan harga kebutuhan pokok yang saat ini cenderung naik,” tandasnya.














