BANDUNG BARAT – Aroma masakan hangat tercium dari halaman SD Negeri Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Sekolah yang berdampingan dengan posko pengungsian korban longsor itu kini disulap menjadi dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pengungsi dan relawan.
Sejak pagi hingga sore, para relawan terlihat sibuk. Sebagian membersihkan dan memotong bahan makanan, sementara yang lain mengolahnya menjadi santapan siap saji. Di antara mereka, sosok seorang chef asing menarik perhatian.
Ia adalah David Caileba, executive chef asal Prancis yang ikut terjun langsung memasak di dapur umum. Dengan pakaian hitam dan emblem bendera Palestina di lengannya, David tampak menyatu dengan relawan lokal meski Bahasa Indonesianya masih terbata-bata. Sesekali, ia menyelipkan kosakata Sunda yang telah ia kuasai.
David mengaku keterlibatannya bermula dari informasi yang ia terima melalui komunitas Indonesian Chef Association (ICA) di wilayah Soreang. Dari grup tersebut, ia mengetahui adanya bencana longsor di Cisarua dan kebutuhan relawan dapur umum yang mendesak.
“Saya lihat di grup, teman-teman bilang butuh bantuan untuk memasak. Kebetulan saya sedang tidak ada kegiatan, jadi langsung ikut,” ujar David saat ditemui, Selasa (27/1/2026).
Saat ini, David tinggal di Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung. Dua bulan sebelumnya, ia juga aktif dalam kegiatan sosial di kawasan Moch. Toha, Kota Bandung. Meski baru pertama kali terlibat sebagai relawan kebencanaan, pengalaman panjangnya di dunia kuliner membuatnya cepat beradaptasi di dapur umum.
“Saya sudah di dapur sejak 1991 dan menjadi chef profesional sejak 1998. Di Indonesia sendiri sudah 16 tahun. Di sini saya melihat gotong royong yang luar biasa. Indonesia is the best,” katanya.
Keikutsertaan David dilandasi niat kemanusiaan. Ia mengaku tersentuh saat melihat anak-anak yang menjadi korban bencana longsor.
“Kita harus saling membantu. Dunia ini sementara, tapi kebaikan akan terus ada. Ini bukan soal agama saja, ini soal kemanusiaan,” ucapnya.
Aksi kemanusiaan David pun mendapat apresiasi dari Ketua TP PKK Bandung Barat, Syahnaz Sadiqah, yang turut meninjau dapur umum. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi tenaga dan waktu yang diberikan David bagi para korban.
“Terima kasih atas bantuannya. Semoga apa yang dilakukan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” ujar Syahnaz.














