SUMENEP – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan sikap terhadap dugaan tindakan tidak etis yang dilakukan seorang dokter berstatus PPPK di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep.
Dugaan perselingkuhan antara dokter tersebut dan seorang tenaga honorer di salah satu puskesmas kini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Fauzi mengatakan, pemerintah daerah akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai aturan yang berlaku. Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, sanksi dapat diberikan kepada yang bersangkutan.
“Saya telah menerima laporan beserta bukti terkait dugaan pelanggaran disiplin dan etika oleh oknum dokter PPPK di puskesmas,” kata Achmad Fauzi, Selasa (4/11/2025).
Dokter PPPK Terancam Sanksi Jika Terbukti Melanggar
Menurut Fauzi, ASN dan PPPK memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehormatan institusi publik. Karena itu, setiap dugaan pelanggaran disiplin dan etika harus ditangani melalui mekanisme pemeriksaan yang berlaku.
Ia menyebut sanksi terberat dapat berupa pemberhentian atau pemutusan hubungan perjanjian kerja apabila pelanggaran terbukti.
“Jika terbukti kuat, sanksi terberat adalah pemberhentian atau pemutusan kontrak kerja,” tegasnya.
Fauzi menilai ketegasan diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Terutama terhadap tenaga kesehatan dan aparatur pemerintah yang memberikan pelayanan publik.
“Tenaga kesehatan adalah wajah pelayanan publik. Jika ada perilaku tidak pantas, itu mencederai citra institusi dan merugikan rekan sejawat yang bekerja dengan baik,” ujarnya.
Bupati Sumenep Ingatkan ASN dan PPPK Jaga Integritas
Selain menanggapi kasus tersebut, Fauzi mengingatkan seluruh ASN dan PPPK di lingkungan Pemkab Sumenep agar menjaga profesionalitas.
Ia meminta aparatur pemerintah menghindari berbagai perilaku yang dapat merusak integritas. Hal itu termasuk perselingkuhan, judi online, serta tindakan lain yang bertentangan dengan aturan dan etika.
“ASN dan PPPK harus menjadi teladan bagi masyarakat. Jaga integritas, kehormatan diri, serta nama baik instansi dari tindakan yang merusak,” pungkasnya.














