JAWA TIMUR – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis buletin analisis hujan Februari 2026 serta prediksi curah hujan periode April hingga Juni 2026 untuk wilayah Jawa Timur dalam bentuk dokumen digital (PDF).
Dalam laporan setebal 68 halaman tersebut, BMKG tidak hanya memaparkan analisis curah hujan Februari 2026, tetapi juga menyajikan berbagai indikator penting lain. Di antaranya analisis ketersediaan air tanah, tingkat kekeringan dan kebasahan meteorologis, hingga monitoring hari tanpa hujan berturut-turut sejak Desember 2025 hingga Februari 2026.
Buletin tersebut terbagi dalam lima bab, yang mencakup pendahuluan, analisis hujan Februari 2026, prediksi hujan April–Juni 2026, serta pemantauan hari tanpa hujan dan indeks kekeringan serta kebasahan meteorologis.
Berdasarkan analisis BMKG, sifat hujan di Jawa Timur pada Februari 2026 didominasi kategori Normal sebesar 41,6 persen, disusul Atas Normal 38,1 persen, dan Bawah Normal 20,3 persen. Sementara itu, jumlah curah hujan tercatat berkisar antara 60 hingga 995 milimeter.
Dari sisi ketersediaan air tanah, kondisi wilayah Jawa Timur pada Februari 2026 tergolong sangat baik. BMKG mencatat kategori Sangat Cukup mencapai 96,0 persen, sedangkan kategori lainnya relatif kecil, yakni Cukup 2,7 persen, Sedang 0,5 persen, serta Kurang dan Sangat Kurang masing-masing 0,4 persen.
Memasuki periode April hingga Juni 2026, BMKG memprediksi terjadi penurunan curah hujan yang cukup signifikan. Sifat hujan pada April diperkirakan didominasi Bawah Normal sebesar 56,7 persen, meningkat pada Mei menjadi 66,2 persen, dan mencapai 97,9 persen pada Juni 2026.
Sementara itu, prediksi jumlah curah hujan menunjukkan tren penurunan. Pada April, curah hujan diperkirakan berkisar 45–436 mm, Mei 13–304 mm, dan Juni semakin rendah di kisaran 3–209 mm.
Kondisi ini mengindikasikan potensi meningkatnya kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Timur, sehingga masyarakat diimbau untuk mulai mengantisipasi dampaknya, terutama dalam sektor pertanian dan ketersediaan air bersih.
BMKG menyediakan buletin lengkap tersebut untuk diakses publik melalui laman resminya guna menjadi referensi dalam perencanaan berbagai sektor.














