JAKARTA – Sejumlah mahasiswa bergabung dalam aksi Hari Buruh Internasional 2026 dengan mendatangi kawasan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Senayan, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Pantauan di lokasi sekitar pukul 15.25 WIB, massa mahasiswa yang awalnya mengenakan almamater berwarna kuning dan biru terlihat melepas atribut kampus dan berganti menggunakan kaus hitam. Mereka kemudian berbaur dengan massa buruh yang telah lebih dulu berkumpul.
“Hidup mahasiswa! Hidup buruh!” seru massa secara bergantian.
Arus lalu lintas dari arah Slipi menuju gedung DPR RI dialihkan ke kawasan GBK guna mengantisipasi kepadatan akibat aksi tersebut.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menerima perwakilan buruh yang menyampaikan aspirasi dalam momentum May Day. Ia menyatakan bahwa pemerintah bersama DPR menargetkan pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru rampung paling lambat akhir tahun 2026.
“Pemerintah dan DPR sudah sepakat untuk melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi terkait pembentukan Undang-Undang Tenaga Kerja yang baru paling lambat akhir tahun ini,” ujarnya.
Menurut Dasco, percepatan pembahasan undang-undang tersebut juga bergantung pada masukan dari kalangan buruh, karena proses awal penyusunan materi diserahkan kepada mereka.
Ia menambahkan, sejumlah isu utama seperti sistem outsourcing, upah, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi perhatian serius pemerintah. Untuk itu, pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) mitigasi PHK dan kesejahteraan buruh.
“Permasalahan seperti upah, outsourcing, dan PHK bisa dibawa ke satgas tersebut agar rantai persoalan dapat diputus,” jelasnya.
Aksi gabungan mahasiswa dan buruh ini menjadi bagian dari gelombang peringatan May Day 2026 yang berlangsung di berbagai daerah, dengan tuntutan utama perbaikan regulasi ketenagakerjaan serta peningkatan kesejahteraan pekerja.














