Ekonom  

Kecamatan Dasuk Pamerkan Potensi Desa di MCF 2026, dari Jambu Mete hingga Wisata Pesisir

Stan Kecamatan Dasuk tampilkan potensi desa di MCF 2026 Sumenep
Stan Kecamatan Dasuk menampilkan potensi desa, produk UMKM, pertanian, perkebunan, peternakan dan wisata pesisir dalam Madura Culture Festival 2026 di Sumenep.

SUMENEP – Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, memanfaatkan Madura Culture Festival (MCF) 2026 untuk memperkenalkan beragam potensi desa, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, UMKM hingga wisata pesisir.

Pemerintah Kecamatan Dasuk menampilkan berbagai potensi tersebut melalui stan pameran di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep. MCF 2026 berlangsung pada 26 Agustus hingga 4 September 2026.

Camat Dasuk Wismadi Wicaksono mengatakan, keikutsertaan dalam MCF tidak sekadar menjadi ajang memajang produk dan potensi wilayah. Pemerintah kecamatan ingin menjadikan festival tersebut sebagai sarana promosi sekaligus membuka peluang bagi produk desa untuk menjangkau konsumen dan jejaring usaha yang lebih luas.

“Pemerintah Kecamatan Dasuk juga berharap promosi melalui event daerah dapat mendorong masyarakat semakin berani mengembangkan produk lokal, meningkatkan kualitas kemasan, memperkuat legalitas usaha dan menciptakan inovasi baru,” ujar Wismadi, Jumat (28/8/2026) malam.

Dorong Wisata Desa Beri Dampak Ekonomi

Salah satu potensi yang diperkenalkan Kecamatan Dasuk berupa wisata berbasis perkebunan buah yang dikembangkan masyarakat.

Pemerintah kecamatan melihat potensi tersebut dapat berkembang menjadi bagian dari desa wisata. Namun, pengembangannya perlu diarahkan agar aktivitas wisata memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

Saat mengunjungi stan Kecamatan Dasuk, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mendorong pemerintah desa dan masyarakat mengembangkan konsep wisata yang mampu menggerakkan perekonomian lokal.

“Wisatawan datang ke desa berefek positif kepada pelaku UMKM, karena produk lokal terjual, sehingga ekonomi masyarakat tumbuh,” kata Achmad Fauzi.

Menurutnya, keberadaan destinasi wisata akan semakin bernilai apabila mampu membuka ruang pemasaran bagi produk masyarakat.

Jambu Mete hingga Bakpia Jadi Produk Unggulan

Stan Kecamatan Dasuk juga menampilkan sejumlah produk olahan dari berbagai desa.

Desa Jelbudan memperkenalkan olahan jambu mete. Desa Kerta Barat membawa bakpia khas produksi masyarakat, sedangkan Desa Bringin menampilkan tape singkong yang dibuat menggunakan ketela pohon hasil pertanian lokal.

Sekretaris Kecamatan Dasuk Kamaruddin mengatakan jambu mete memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Pemerintah kecamatan bahkan mulai menggagas diversifikasi jambu mete menjadi produk olahan baru, salah satunya permen berbahan dasar komoditas tersebut.

“Tidak hanya dipasarkan dalam bentuk buah dan biji, Kecamatan Dasuk mulai mendorong diversifikasi produk jambu mete. Salah satu rencana yang disiapkan adalah mengembangkan olahan berupa permen berbahan jambu mete,” ujar Kamaruddin.

Untuk merealisasikan pengembangan produk tersebut, pemerintah kecamatan berencana berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Salah satu langkah yang didorong berupa pelatihan pengolahan produk bagi masyarakat.

Pengolahan komoditas lokal menjadi produk jadi diharapkan dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memperluas peluang pemasaran bagi pelaku usaha.

Potensi Peternakan dan Wilayah Pesisir

Kecamatan Dasuk tidak hanya mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan. Masyarakat juga mengembangkan peternakan, termasuk ayam petelur dan sapi melalui kelompok-kelompok usaha.

Potensi tersebut menjadi bagian dari kekuatan ekonomi desa yang diperkenalkan dalam MCF 2026.

Selain potensi daratan, Kecamatan Dasuk memiliki karakter wilayah pesisir. Kecamatan tersebut memiliki luas wilayah sekitar 64,50 kilometer persegi dan mencakup 15 desa.

Wilayah Dasuk juga memiliki garis pantai sepanjang sekitar 8,64 kilometer yang tersebar di enam desa, yakni Dasuk Timur, Dasuk Barat, Kerta Timur, Kerta Barat, Semaan, dan Slopeng.

Dasuk Barat memiliki garis pantai terpanjang sekitar 2,96 kilometer. Selanjutnya Dasuk Timur 1,50 kilometer, Slopeng 1,22 kilometer, Semaan 1,07 kilometer, Kerta Timur 0,96 kilometer, dan Kerta Barat 0,93 kilometer.

Bentang pesisir tersebut melengkapi potensi Kecamatan Dasuk yang selama ini berkembang melalui sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan UMKM.

Pemerintah Kecamatan Dasuk berharap promosi melalui MCF 2026 dapat memperluas pengenalan potensi tersebut kepada masyarakat, wisatawan, serta pelaku usaha.

“Kecamatan Dasuk ini potensinya lengkap di semua desa, ada pertanian, perkebunan, peternakan, sampai kelautan di wilayah pesisir. Kita ingin semua potensi itu dikenal lebih luas melalui MCF,” pungkas Wismadi.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *