Inter  

Universitas Amerika di Timur Tengah Alihkan Kuliah Daring Usai Ancaman Garda Revolusi Iran

Kampus American University of Beirut menerapkan kuliah daring setelah ancaman Garda Revolusi Iran di Timur Tengah
Suasana kampus American University of Beirut yang beralih ke pembelajaran daring akibat ancaman keamanan regional.

JAKARTA – American University of Beirut (AUB) mengambil langkah cepat dengan mengalihkan seluruh kegiatan akademik ke sistem daring menyusul ancaman dari Garda Revolusi Iran terhadap kampus-kampus Amerika Serikat di Timur Tengah.

Presiden AUB, Fadlo Khouri, menyampaikan bahwa pihak kampus mengetahui ancaman tersebut sejak pagi hari. Ia menegaskan bahwa AUB tetap mengutamakan keselamatan seluruh civitas akademika.

“Kami belum menemukan bukti adanya ancaman langsung terhadap kampus, pusat medis, maupun fasilitas kami. Namun, sebagai langkah antisipasi, kami memutuskan menjalankan seluruh aktivitas secara daring,” ujar Khouri dalam pernyataan resminya, Senin (30/3/2026).

AUB menjadwalkan kuliah online selama dua hari, yakni Senin dan Selasa. Seluruh kelas serta ujian berlangsung secara daring, sementara hanya personel penting yang tetap menjalankan tugas di kampus.

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengeluarkan ancaman terbuka pada Minggu (29/3). Mereka menyatakan akan menargetkan universitas-universitas Amerika di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas serangan AS-Israel yang menghancurkan dua universitas di Iran.

Dalam pernyataannya, pihak Iran meminta pemerintah Amerika Serikat segera mengecam serangan tersebut sebelum tenggat waktu yang ditentukan. Mereka juga mengimbau mahasiswa, staf, dan masyarakat untuk menjauh dari kampus dalam radius satu kilometer.

Sejumlah kampus Amerika di kawasan turut meningkatkan kewaspadaan. Texas A&M University di Qatar dan New York University di Uni Emirat Arab termasuk dalam daftar institusi yang berpotensi terdampak.

Di Lebanon, AUB dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan paling bergengsi dan berlokasi strategis di pusat Beirut.

Sementara itu, American University of Madaba di Yordania juga mengambil langkah serupa. Kampus tersebut memutuskan menggelar pembelajaran daring hingga Kamis (2/4) bagi sekitar 3.000 mahasiswanya.

Situasi ini menunjukkan meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak langsung pada sektor pendidikan di kawasan Timur Tengah.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *