Inter  

Ben-Gvir Unggah Video Penahanan Aktivis Global Sumud Flotilla, Sejumlah Negara Kecam Israel

Itamar Ben-Gvir unggah video penahanan aktivis Global Sumud Flotilla menuju Gaza yang memicu kecaman dunia internasional
Penahanan aktivis Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza dan memicu kecaman internasional

JAKARTA – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu kecaman internasional setelah mengunggah video penahanan ratusan aktivis Global Sumud Flotilla yang menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.

Dalam video yang beredar, para aktivis tampak berlutut dengan dahi menyentuh lantai dan tangan terikat tali. Lagu kebangsaan Israel terdengar mengiringi rekaman tersebut. Sejumlah aktivis juga terlihat menggenggam paspor mereka saat aparat Israel mengawal proses penahanan.

Ben-Gvir mengunggah video itu melalui media sosial dengan tulisan “Selamat datang di Israel”. Rekaman tersebut langsung memancing reaksi keras dari sejumlah pemimpin dunia karena dianggap merendahkan martabat manusia.

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengecam tindakan Israel dan menyebut perlakuan terhadap para aktivis tidak dapat diterima.

Baca juga: Indonesia Dorong Peran Global South di KTT G20 Afrika Selatan 2025 dan Tekankan Inklusivitas Ekonomi

Menurut Meloni, tindakan aparat Israel telah melanggar nilai kemanusiaan, terlebih beberapa warga negara Italia ikut berada dalam rombongan aktivis tersebut.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, juga meminta Israel segera membebaskan warga negara Prancis yang ikut ditahan. Ia menilai tindakan Ben-Gvir tidak pantas dan memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan.

Kecaman serupa datang dari Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand. Pemerintah Kanada menyatakan akan memanggil Duta Besar Israel untuk meminta penjelasan terkait perlakuan terhadap para aktivis sipil.

Anand menegaskan pemerintah Kanada memandang serius isu perlindungan dan perlakuan manusiawi terhadap warga sipil dalam konflik internasional.

Pemerintah Belanda turut mengambil langkah diplomatik dengan memanggil duta besar Israel. Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, menilai perlakuan terhadap para tahanan telah melanggar martabat manusia.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, juga mempertanyakan dasar hukum tindakan Israel setelah mengetahui ada warga negaranya dalam rombongan aktivis yang ditahan.

Lee mempertanyakan legalitas penyitaan kapal dan penahanan warga sipil di luar wilayah teritorial Israel.

Baca juga: Menlu Sugiono Doakan 9 WNI yang Ditangkap Israel Segera Pulang dengan Selamat

Kementerian Luar Negeri Portugal mengecam keras tindakan Ben-Gvir dan menyebut perlakuan terhadap para aktivis sebagai tindakan yang tidak dapat ditoleransi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyebut rekaman tersebut sangat mengerikan. Menteri Luar Negeri Irlandia, Helen McEntee, juga mengaku terkejut dan mendesak Israel segera membebaskan seluruh aktivis.

Sebanyak 430 aktivis Global Sumud Flotilla sebelumnya berlayar menuju Gaza dalam misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan bagi warga sipil di wilayah konflik. Namun, pasukan angkatan laut Israel menghentikan perjalanan mereka dan membawa seluruh aktivis ke Israel untuk menjalani penahanan.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *