SITUBONDO – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tembok sebuah rumah di Desa Tenggir, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, roboh dan menimpa rumah di sebelahnya, Minggu (1/2/2026). Akibat kejadian ini, seorang nenek bersama dua cucunya mengalami luka-luka.
Korban bernama Junaida (60) mengalami luka cukup serius pada bagian kepala, dada, serta memar di kedua kakinya. Ia sempat menjalani perawatan intensif di RS Mitra Sehat Besuki. Sementara dua cucunya, Rendi (15) dan Nur Islamiyah (3), hanya mengalami luka ringan.
Informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat hujan deras dan angin kencang melanda wilayah tersebut. Saat kejadian, Junaida tengah beristirahat di dalam rumah bersama kedua cucunya. Tanpa diduga, tembok rumah milik kakaknya, Minari (60), roboh dan menimpa bangunan tempat korban berada.
Minari yang saat itu berada di emper rumah langsung berteriak meminta pertolongan setelah mengetahui tembok rumahnya runtuh. Warga sekitar bersama keluarga korban segera berdatangan dan mengevakuasi ketiga korban dari reruntuhan.
“Saya mendengar teriakan ibu minta tolong. Warga langsung membantu mengevakuasi ibu dan anak-anak ke rumah sakit karena tertimbun reruntuhan tembok,” ujar Hawidurrahman, salah satu anggota keluarga korban.
Kepala BPBD Situbondo, Timbul Soerjanto, mengatakan kejadian tersebut menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp30 juta. Selain itu, tiga orang dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa tembok roboh.
“Korban terdiri dari satu nenek dan dua cucunya. Diketahui korban Junaida merupakan adik kandung pemilik rumah yang temboknya roboh,” jelasnya.
BPBD Situbondo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem, serta memastikan kondisi bangunan rumah dalam keadaan aman.










