SUMENEP – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan Asta Lembung Nyi Cettir dan Pini Sepuh di Desa Lembung Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, untuk mengikuti Haul Auliyah ke-18, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tahunan ini menjadi momentum mengenang perjuangan para auliyah sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.
Sejak pagi, jamaah berdatangan ke kompleks asta untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tahlil, istighasah, dan doa bersama yang dipimpin para ulama serta tokoh agama setempat.
Haul Auliyah tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para ulama penyebar syiar Islam, tetapi juga menjadi media memperkuat keimanan dan ketakwaan masyarakat melalui kegiatan keagamaan yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Dalam tausiyahnya, para penceramah mengajak jamaah meneladani akhlak mulia, semangat dakwah, serta perjuangan para auliyah dalam menyebarkan ajaran Islam yang damai dan penuh keteladanan.
Suasana religius semakin terasa ketika ribuan jamaah bersama-sama melantunkan doa, dzikir, dan tahlil. Kekhusyukan para peserta menjadi cerminan kuatnya kecintaan masyarakat terhadap tradisi keagamaan yang terus dilestarikan.
Takmir Masjid Akbar, K. Mahfud Aziz, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Haul Auliyah ke-18. Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi seluruh jamaah dan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar. Semoga Haul Auliyah ini menjadi wasilah keberkahan, mempererat silaturahmi, serta semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antarsesama jamaah. Tradisi haul ini diharapkan terus menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keislaman, menjaga warisan para ulama, sekaligus mempererat persaudaraan umat Islam di Kabupaten Sumenep.













