Bisnis  

Restoran Sederhana Resmi Hadir di Australia, Hari Pertama Langsung Diserbu Pelanggan hingga Menu Ludes

Restoran Sederhana Australia dipadati pelanggan saat pembukaan perdana di Melbourne dengan menu khas Minang yang ludes terjual.
Antrean pelanggan memenuhi Restoran Sederhana Australia pada hari pertama pembukaan di Melbourne hingga berbagai menu khas Minang habis terjual.

BEKASI – Restoran Sederhana resmi membuka cabang pertamanya di Australia dan langsung mencuri perhatian masyarakat. Pada hari pertama operasional, Jumat (26/6/2026), restoran khas Minangkabau tersebut dipenuhi pelanggan hingga antrean mengular keluar bangunan.

Antusiasme pengunjung membuat berbagai menu favorit, seperti rendang, ayam pop, gulai, dan aneka hidangan khas Minang lainnya habis terjual jauh sebelum jam operasional berakhir.

Perwakilan Restoran Sederhana Australia mengungkapkan bahwa tingginya jumlah pengunjung membuat restoran harus menghentikan pelayanan lebih awal.

“Hari ini kami tutup pukul lima sore. Padahal kami sudah menyiapkan masakan dalam jumlah banyak, tetapi semuanya habis,” ujarnya.

Padahal, restoran yang berlokasi di 207 Queen Street, Melbourne itu dijadwalkan melayani pelanggan hingga pukul 21.00 waktu setempat.

Kerinduan Masakan Indonesia Jadi Magnet

Membludaknya jumlah pelanggan menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kuliner Indonesia, khususnya masakan khas Minangkabau, di Australia.

Restoran Sederhana menghadirkan sekitar 40 jenis menu khas Minang, mulai dari rendang, ayam pop, gulai, dendeng batokok, hingga berbagai pilihan lauk dan sambal.

Manajemen menyebut sekitar 95 persen cita rasa menu yang disajikan berhasil dipertahankan sama seperti di Indonesia sehingga memberikan pengalaman kuliner autentik bagi pelanggan.

Gunakan Bumbu Asli dari Indonesia

Generasi ketiga Restoran Sederhana (SA), Nova Dana Eka Putri, menjelaskan keaslian rasa tetap terjaga karena seluruh cabang menggunakan racikan bumbu dari dapur pusat keluarga pendiri.

Menurut Nova, seluruh cabang Restoran Sederhana yang kini berjumlah sekitar 200 gerai memperoleh pasokan bumbu dari dapur pusat milik keluarga Haji Bustaman.

“Seluruh cabang menggunakan bumbu dari dapur pusat karena racikan bumbunya masih dibuat sendiri oleh keluarga pendiri,” jelas Nova.

Penggunaan bumbu asli tersebut menjadi salah satu kunci konsistensi cita rasa Restoran Sederhana, termasuk di cabang Australia.

Konsep Penyajian Disesuaikan dengan Aturan Australia

Meski mempertahankan cita rasa khas Indonesia, Restoran Sederhana melakukan penyesuaian pada sistem pelayanan agar sesuai dengan regulasi kesehatan dan keamanan pangan (food safety) di Australia.

Berbeda dengan konsep di Indonesia yang menyajikan berbagai lauk terlebih dahulu, pelanggan di Australia memilih menu, melakukan pembayaran, kemudian hidangan disajikan ke meja.

Nova mengatakan perubahan tersebut dilakukan untuk memenuhi standar operasional yang berlaku di Australia tanpa mengurangi pengalaman menikmati masakan khas Minang.

Bidik Diaspora dan Warga Lokal

Untuk menikmati sajian khas Minang di Australia, pelanggan perlu menyiapkan sekitar 20 dolar Australia per orang. Harga tersebut dinilai masih kompetitif karena setara dengan harga makanan di kawasan yang sama.
Setelah membuka cabang perdana di Melbourne, Restoran Sederhana berencana memperluas jaringan ke kota-kota besar lainnya seperti Sydney dan Perth.

Manajemen menargetkan sekitar 60 persen pasar berasal dari diaspora Indonesia yang menetap di Australia, sedangkan 40 persen lainnya menyasar masyarakat lokal yang mulai menyukai makanan bercita rasa pedas khas Indonesia.

Ekspansi ini menjadi bagian dari upaya Restoran Sederhana memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara ke pasar internasional sekaligus memperkuat posisi masakan Minangkabau di kancah global.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *