Bisnis  

Khofifah Ajak Pelaku Jasa Konstruksi Perkuat Kolaborasi untuk Infrastruktur Berkualitas di Jawa Timur

Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 dan mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Jatim di Surabaya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 dan mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur periode 2026-2029 di Surabaya.

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh pemangku kepentingan sektor jasa konstruksi memperkuat kolaborasi guna mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, saing, dan berkelanjutan di Jawa Timur.

Ajakan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 sekaligus mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur di Grand City Exhibition Hall Surabaya, Rabu (10/6/2026).

Menurut Khofifah, sektor konstruksi memiliki peran penting sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus pencipta lapangan kerja. Karena itu, seluruh pelaku usaha, asosiasi profesi, akademisi, dan pemerintah perlu membangun sinergi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

“Expo Konstruksi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh insan konstruksi agar sektor ini semakin profesional, berdaya saing, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Khofifah.

Ia menjelaskan, Jawa Timur saat ini memberikan kontribusi sekitar 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Posisi tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak ekonomi Indonesia sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai dan berkelanjutan.

Khofifah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata. Infrastruktur yang baik juga berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, produktivitas ekonomi, serta daya saing daerah.

Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mempercepat pembangunan konektivitas antarwilayah, memperkuat kawasan industri dan logistik, meningkatkan infrastruktur sumber daya air, membangun fasilitas publik, serta mengintegrasikan sistem transportasi.

Menurutnya, pembangunan sektor konstruksi harus berpegang pada tiga prinsip utama, yaitu kualitas, integritas, dan keberlanjutan. Ketiga prinsip tersebut menjadi fondasi penting agar setiap proyek pembangunan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Selain itu, Khofifah juga mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi di sektor konstruksi. Digitalisasi, penerapan Building Information Modeling (BIM), kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), konstruksi hijau, serta standar keselamatan kerja yang semakin tinggi menuntut seluruh pelaku industri untuk terus meningkatkan kompetensi.

“SDM konstruksi yang unggul akan menentukan kualitas pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang dihasilkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur periode 2026-2029. Forum ini akan menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi profesi, akademisi, serta pelaku industri konstruksi.

Ia berharap forum tersebut mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, mendorong inovasi, dan memperkuat budaya keselamatan kerja di sektor konstruksi.

Pemprov Jatim Berikan Penghargaan kepada Daerah dan Pelaku Usaha

Pada rangkaian Expo Konstruksi Jawa Timur 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pemerintah daerah dan pelaku usaha yang menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.

Untuk kategori Program Penanganan Kawasan Kumuh Terpadu dan Terintegrasi Terbaik, penghargaan diraih oleh Pacitan, Tuban, dan Nganjuk.

Sementara itu, kategori Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) APBD terbaik diberikan kepada Surabaya, Bojonegoro, dan Mojokerto.

Pemprov Jatim juga memberikan penghargaan kepada pengembang rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terbanyak, yakni PT Irfai Berkah Sejahtera, PT Kinansyah Adi Jayaland, dan PT Kokoh Exa Nusantara.

Khofifah optimistis kolaborasi yang terbangun melalui Forum Jasa Konstruksi akan mempercepat pembangunan infrastruktur berkualitas, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ikuti Kami Juga Google Berita
Writer: KhairulEditor: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *