SUMENEP – Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, memanfaatkan ajang Madura Culture Festival (MCF) 2026 untuk memperkenalkan potensi wisata dan kuliner lokal secara bersamaan.
Melalui stan pameran di Stadion A. Yani, Sumenep, yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 4 September 2026, Kecamatan Pragaan mengangkat Air Belerang Misgilome di Desa Kaduara Timur sebagai salah satu destinasi wisata yang tengah dikembangkan.
Pemerintah Kecamatan Pragaan juga menampilkan berbagai kuliner dan kerajinan masyarakat. Strategi tersebut bertujuan mengajak pengunjung tidak sekadar mengenal produk lokal, tetapi juga datang langsung menikmati destinasi wisata yang berada di wilayah Pragaan.
Camat Pragaan Indra Hernawan mengatakan pihaknya sengaja menggabungkan promosi wisata dengan kuliner agar masyarakat memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai potensi wilayahnya.
“Kami harapkan pengunjung tidak hanya tahu kuliner Pragaan, tapi juga tahu kalau di Kecamatan Pragaan ada wisata air belerang yang bisa jadi tujuan keluarga. Namanya Misgilome, di Desa Kaduara Timur,” kata Indra saat ditemui di stan Kecamatan Pragaan, Sabtu (29/8/2026) malam.
Misgilome, Pemandian Air Belerang di Kaduara Timur
Air Belerang Misgilome menawarkan pengalaman wisata alam berupa pemandian air hangat yang mengandung belerang. Air tersebut mengalir secara alami dari sumber pegunungan dan memiliki aroma khas belerang.
Masyarakat sekitar telah mengenal kolam tersebut sejak lama. Mereka memanfaatkannya sebagai tempat berendam dan relaksasi serta meyakini kandungan airnya dapat membantu menjaga kesehatan kulit.
Pengelola kini mulai membenahi sejumlah fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain kamar bilas, gazebo, dan area parkir.
Pemerintah Kecamatan Pragaan berharap pengembangan tersebut dapat mendorong Misgilome menjadi salah satu tujuan wisata keluarga di Sumenep.
La’ang Jadi Kuliner Andalan Pragaan
Selain mempromosikan Misgilome, stan Kecamatan Pragaan menghadirkan sejumlah produk kuliner dan kerajinan khas desa.
Salah satu produk yang menjadi perhatian pengunjung adalah la’ang, minuman tradisional Madura yang berasal dari air nira pohon siwalan betina.
Pengunjung dapat menikmati la’ang dalam kondisi segar. Minuman tersebut juga menjadi sajian ketika Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo berkunjung ke stan Kecamatan Pragaan.
Menurut Indra, Bupati mengapresiasi upaya pemerintah kecamatan yang menghubungkan promosi kuliner dengan destinasi wisata.
“La’angnya masih fresh. Terima kasih Pak Bupati berkunjung ke stan kami dan mencicipi La’ang, minuman kebanggaan Kecamatan Pragaan. Saat itu Bupati apresiasi, mengaitkan produk kuliner dengan destinasi wisata adalah strategi tepat,” ujarnya.
Stan Pragaan juga memamerkan berbagai produk masyarakat dari sejumlah desa, seperti rengginang, petis, cakrah, dan ukiran khas Desa Karduluk.
Kehadiran produk tersebut membuat stan Pragaan tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer, tetapi juga menjadi etalase potensi ekonomi masyarakat desa.
Pragaan Punya Garis Pantai 15,19 Kilometer
Potensi wisata Pragaan tidak berhenti pada Misgilome. Kecamatan tersebut memiliki luas wilayah 57,84 kilometer persegi dan mencakup 14 desa.
Wilayah Pragaan juga memiliki garis pantai sepanjang 15,19 kilometer yang membentang di sembilan desa, yakni Kaduara Timur, Sendang, Sentol Laok, Pakamban Laok, Jaddung, Pragaan Laok, Prenduan, Aeng Panas, dan Karduluk.
Desa Kaduara Timur yang menjadi lokasi Air Belerang Misgilome memiliki garis pantai sepanjang 3,69 kilometer.
Karakter wilayah yang mencakup pantai, laut, pulau, dan pesisir menjadi modal bagi Pragaan untuk mengembangkan beragam potensi, mulai dari pariwisata, kuliner, pertanian, hingga kerajinan.
Indra mengajak masyarakat yang berkunjung ke Sumenep untuk menyempatkan diri menikmati potensi wisata dan kuliner Pragaan.
“Silakan mampir di Pragaan. Kami membawa dua hal sekaligus ke tengah kota: kesegaran La’ang dan kehangatan Air Belerang Misgilome,” pungkasnya.
Melalui MCF 2026, Kecamatan Pragaan berupaya memperluas promosi potensi desa sekaligus membuka peluang bagi wisatawan dan pelaku usaha untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam serta produk lokal masyarakat.
















