SUMENEP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) Posko 41 mendorong lahirnya kembali kegiatan pendidikan diniyah di Yayasan Annibros 2, Dusun Julung, Desa Galis, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep.
Inisiatif tersebut muncul melalui program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) yang mahasiswa KKN jalankan sejak 24 Agustus 2026. Program itu kemudian berkembang menjadi kegiatan pembelajaran diniyah bagi siswa-siswi Yayasan Annibros 2.
Sebelum program tersebut berjalan, Yayasan Annibros 2 tidak memiliki kegiatan sekolah diniyah secara aktif. Pihak yayasan sebenarnya pernah menyelenggarakan pendidikan diniyah, tetapi kegiatan tersebut berhenti selama beberapa tahun.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UA Posko 41 menginisiasi program BTQ secara terstruktur. Pihak yayasan kemudian menyambut inisiatif tersebut dan bersama-sama menjalankan kegiatan pembelajaran sebagai wadah pendidikan diniyah bagi para siswa.
Tim KKN menggelar kegiatan belajar mengajar dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Rabu sore setelah salat Ashar.
Mahasiswa membagi peserta ke dalam tiga tingkatan agar proses pembelajaran berjalan sesuai kemampuan masing-masing siswa.
Pada tingkat Ibtida’, mahasiswa mengajarkan dasar-dasar pelafalan huruf Arab dengan menitikberatkan pada pembenahan makharijul huruf. Pembelajaran tersebut bertujuan membiasakan siswa mengucapkan setiap huruf hijaiyah secara tepat.
Selanjutnya, kelas Wustha mendapatkan materi tajwid. Para siswa mempelajari hukum dan kaidah bacaan Al-Qur’an agar mampu membaca secara tartil sesuai aturan tajwid.
Sementara itu, kelas Ulya mempelajari materi lanjutan berupa Tahsinul Maqamat. Materi tersebut mengarahkan siswa untuk mengenal dan mengembangkan seni serta melodi dalam membaca Al-Qur’an atau nagham.
Gunakan Metode Dalilul Bayan
Dalam seluruh tingkatan pembelajaran, mahasiswa KKN UA Posko 41 menggunakan metode Dalilul Bayan fi Dari al-Qur’an.
Tim KKN menerapkan metode tersebut secara bertahap, mulai dari pengenalan dan pelafalan huruf, penguasaan tajwid, hingga pengembangan seni membaca Al-Qur’an.
Koordinator KKN Universitas Annuqayah Posko 41, Moh. Agus Sugiyono, mengatakan program BTQ menjadi salah satu program kerja unggulan timnya. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.
“Program ini sangat penting bagi seluruh siswa-siswi di sini. Mengingat sebelumnya belum ada wadah diniyah, kehadiran program ini menjadi langkah awal yang baik. Kita ingin memastikan mereka tidak hanya sekadar bisa membaca, tetapi juga memiliki fondasi makharijul huruf dan tajwid yang benar, serta mampu membacanya dengan indah,” kata Sugik, Sabtu (19/9/2026).
Ia berharap pihak yayasan dapat melanjutkan dan mengembangkan kegiatan tersebut setelah mahasiswa KKN menyelesaikan pengabdian.
“Semoga ke depannya program ini bisa resmi diadopsi dan dikembangkan,” ujarnya.
Siapkan Wisuda dan Demonstrasi BTQ
Sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta sekaligus penutup rangkaian program, mahasiswa KKN UA Posko 41 menyiapkan acara Wisuda I’lan atau demonstrasi kemampuan peserta BTQ.
Kegiatan tersebut rencananya berlangsung pada 21 September 2026. Para peserta akan menunjukkan hasil pembelajaran yang mereka ikuti selama program BTQ berlangsung.
Panitia juga menggabungkan kegiatan tersebut dengan acara Malam Lepas Pisah KKN Universitas Annuqayah Posko 41. Acara itu sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN di Desa Galis, Kecamatan Gili Genting.
Program BTQ tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an di Yayasan Annibros 2. Dengan demikian, kegiatan yang mahasiswa KKN mulai selama masa pengabdian dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi siswa serta masyarakat setempat.
















