Madura  

Pamekasan Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih 2025 dari KLH, Target Zero Waste 2029

Wakil Bupati Pamekasan menerima Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih 2025 dari Menteri Lingkungan Hidup di Balai Kartini Jakarta.
Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto menerima Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih 2025 dari Menteri Lingkungan Hidup RI di Balai Kartini Jakarta.

PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menorehkan prestasi di bidang lingkungan hidup. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia memberikan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Tahun 2025 kepada Pemkab Pamekasan dalam agenda nasional yang berlangsung di Balai Kartini, Rabu (25/2/2026).

Wakil Bupati Pamekasan, H. Sukriyanto menerima langsung sertifikat tersebut dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Dalam sambutannya, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa pemerintah pusat mendorong seluruh kepala daerah memperkuat sistem pengelolaan sampah. Saat ini, pengelolaan sampah nasional baru mencapai 25 persen. Pemerintah menargetkan capaian 63 persen pada 2026 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara (RPJMN), serta 100 persen atau zero waste pada 2029.

“Kami meminta seluruh kepala daerah serius menangani persoalan sampah demi mewujudkan lingkungan bersih dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa skema penilaian tahun ini berbeda dari periode sebelumnya. Tim penilai tidak menetapkan satu pun daerah penerima Adipura Kencana maupun Adipura. Dengan demikian, Sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih menjadi capaian tertinggi tingkat nasional pada 2025.

Sejumlah daerah di Jawa Timur yang meraih penghargaan serupa antara lain Surabaya, Malang, Blitar, Probolinggo, Kabupaten Pamekasan, Gresik, Madiun, Magetan, Kabupaten Malang, Situbondo, dan Kabupaten Jombang.

Tim penilai menetapkan tiga indikator utama dalam evaluasi kinerja pengelolaan sampah. Aspek anggaran dan kebijakan menyumbang bobot 20 persen, sumber daya manusia dan fasilitas 30 persen, serta capaian kinerja pengelolaan sampah dan kebersihan sebesar 50 persen.

Rapat Koordinasi Nasional tersebut juga menghadirkan sejumlah pejabat negara, di antaranya Zulkifli Hasan, Tito Karnavian, dan Wihaji bersama jajaran wakil menteri dan para gubernur.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pamekasan, Supriyanto, menambahkan bahwa pemerintah pusat turut menyerahkan tiga unit kendaraan roda tiga untuk memperkuat operasional pengangkutan sampah di daerah.

“Tambahan armada ini akan meningkatkan semangat sekaligus mempercepat layanan pengelolaan sampah di Pamekasan,” ujarnya.

Pemkab Pamekasan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan tata kelola sampah terpadu, memperluas edukasi masyarakat, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mencapai target zero waste pada 2029.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.