Cekcok di Kafe Berujung Penganiayaan, Pria di Bangkalan Cekik Istri Siri hingga Pingsan Berita

Kasus penganiayaan istri siri di Bangkalan ditangani Polres Bangkalan setelah korban ditemukan pingsan
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga. Polisi menangani laporan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Bangkalan, Jawa Timur.

BANGKALAN – Seorang pria berinisial SA dilaporkan ke Polres Bangkalan atas dugaan penganiayaan berat terhadap istri sirinya, HF (35). Aksi kekerasan itu membuat korban pingsan dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut. Insiden terjadi pada Kamis (5/2/2026) di kawasan Kelurahan Mlajah, Kabupaten Bangkalan.

Menurut Hafid, peristiwa bermula saat HF mendatangi SA di sebuah kafe setelah menerima informasi yang memicu kecurigaan. Pertemuan itu langsung memicu pertengkaran sengit di hadapan pengunjung.

“Korban mendatangi terlapor di sebuah kafe. Di lokasi tersebut terjadi cekcok,” ujar Hafid kepada wartawan.

Pertengkaran verbal itu kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan fisik. SA diduga mencekik leher korban hingga menyebabkan luka serius pada bagian leher dan mulut.

“Pelaku melakukan penganiayaan dengan cara mencekik korban. Akibatnya, korban mengalami luka di leher dan mulut,” jelas Hafid.

Keributan tidak berhenti di dalam kafe. SA dan HF terlibat aksi kejar-kejaran hingga keluar ke jalan raya. Keduanya bahkan masuk ke area pemakaman di sekitar lokasi untuk melanjutkan pertengkaran.

“Pertengkaran berlanjut ke luar kafe, sempat terjadi kejar-kejaran, lalu masuk ke area makam,” kata Hafid.

Warga yang melihat kejadian tersebut segera melapor ke polisi. Petugas yang tiba di lokasi mendapati HF tergeletak tak sadarkan diri di tepi jalan.

“Saat petugas datang, korban sudah dalam kondisi pingsan,” ungkapnya.

Polisi langsung mengevakuasi korban ke RSU Anna Medika untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah kondisinya membaik dan sadar, HF mendatangi Polres Bangkalan untuk membuat laporan resmi.

“Kami langsung melakukan visum dan pemeriksaan awal terhadap korban,” tambah Hafid.

Saat ini, penyidik Polres Bangkalan terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna memperkuat proses hukum. Polisi memastikan akan segera memanggil SA untuk menjalani pemeriksaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.