PAMEKASAN – Arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Kabupaten Pamekasan memicu peningkatan angka kecelakaan lalu lintas di sejumlah titik rawan. Lonjakan volume kendaraan serta kondisi fisik pengemudi yang menurun menjadi faktor dominan penyebab insiden di jalan raya.
Kepolisian Resor Pamekasan mencatat peningkatan jumlah kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026. Polisi membandingkan data tersebut dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, mengungkapkan bahwa jumlah kecelakaan mengalami kenaikan, termasuk tingkat fatalitas korban dan kerugian materiil.
“Jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2026 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada jumlah korban dan kerugian materiil,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Polisi mencatat 14 kasus kecelakaan pada 2026, meningkat dari 13 kasus pada 2025. Selain itu, jumlah korban meninggal dunia juga bertambah dari satu orang menjadi dua orang.
Kerugian materiil mengalami lonjakan signifikan dari Rp23 juta pada tahun lalu menjadi Rp74 juta pada tahun ini.
Meski demikian, jumlah korban luka menunjukkan penurunan tipis, dari 19 orang menjadi 18 orang.
Polisi mengidentifikasi kendaraan roda dua sebagai jenis kendaraan yang paling sering terlibat dalam kecelakaan. Sementara itu, pengemudi yang berpindah jalur tanpa memperhatikan kondisi sekitar serta kelalaian saat berkendara menjadi penyebab utama insiden.
Untuk menekan angka kecelakaan, kepolisian terus melakukan pengamanan serta rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan.
IPDA Yoni juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berkendara, terutama bagi pemudik yang masih melakukan perjalanan arus balik.
“Kami mengingatkan masyarakat agar menjaga kondisi fisik, memanfaatkan rest area, serta mematuhi aturan lalu lintas dan arahan petugas di lapangan,” tegasnya.














