Kapal Pinisi KLM Mutiara Prasana Nusantara Terbakar di Bulukumba, Kerugian Rp10 Miliar

Kapal Pinisi KLM Mutiara Prasana Nusantara terbakar di perairan Pantai Tanah Lemo, Bulukumba, Sulawesi Selatan
Kapal Pinisi KLM Mutiara Prasana Nusantara terbakar di pesisir Pantai Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan

BULUKUMBA – Kapal Pinisi KLM Mutiara Prasana Nusantara terbakar di perairan pesisir Pantai Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin (6/7/2026) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.45 Wita. Berdasarkan informasi awal, kobaran api diduga pertama kali muncul dari bagian anjungan atau ruang kemudi kapal sebelum dengan cepat menyebar ke bagian lainnya.

Kapolsek Bontobahari, AKP Kasman, mengatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh aparat kepolisian.

“Dugaan sementara, api berasal dari anjungan atau ruang kemudi kapal. Penyebab pasti kebakaran masih kami selidiki,” ujar AKP Kasman, Senin (6/7/2026).

Pemilik kapal, Muhammad Japar Sidiq Ali (40), mengetahui kejadian tersebut setelah menerima laporan dari salah seorang anak buah kapal (ABK), Niko (30). Setelah menerima informasi itu, ia segera meminta seluruh kru untuk berupaya memadamkan api.

Namun, kobaran api terus membesar sehingga para ABK tidak mampu mengendalikan situasi. Demi keselamatan, seluruh kru akhirnya meninggalkan kapal dan menyelamatkan diri ke daratan.

“Seluruh ABK berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Kasman.

Polisi juga mencatat dua orang saksi yang berada di lokasi, yakni Niko, ABK asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dan Muh Jundi (28), ABK asal Bone Rate, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Tim kemudian mengevakuasi kapal ke tepi pantai sekitar pukul 09.45 Wita. Meski proses evakuasi telah dilakukan, sebagian badan kapal masih dilalap api.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar. Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden kebakaran kapal pinisi tersebut.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *