SURABAYA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan Bakti Kesehatan (Baktikes) Polri di Gedung DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Jawa Timur, Surabaya, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur. Dalam Baktikes kali ini, Polri menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 1.000 pekerja dan warga.
Petugas kesehatan membuka sejumlah layanan medis untuk masyarakat. Layanan tersebut mencakup poli gigi, penyakit dalam, mata, kandungan, serta pemeriksaan kesehatan umum.
Polri menargetkan 1.000 orang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan jenis layanan yang tersedia. Program tersebut sekaligus memperkuat fungsi Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur sebagai ruang yang memberikan manfaat langsung kepada pekerja dan masyarakat.
Kapolri berharap gedung tersebut tidak hanya menjadi pusat kegiatan organisasi pekerja, tetapi juga menjadi tempat bersama untuk memperjuangkan kepentingan buruh.
“Saya berharap gedung ini tidak hanya menjadi kantor bagi KSPSI AGN, tetapi juga menjadi rumah bersama bagi perjuangan pekerja,” kata Jenderal Sigit.
Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur yang baru menjalani revitalisasi kini memiliki sejumlah fasilitas pendukung. Selain ruang organisasi, ruang rapat, dan aula, gedung tersebut menyediakan klinik kesehatan, minimarket, serta ruang pemberdayaan UMKM.
Jenderal Sigit menilai fasilitas tersebut dapat memperluas manfaat gedung bagi para pekerja. Klinik dan ruang pelayanan juga dapat mendukung kebutuhan kesehatan serta konseling bagi pekerja.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut dapat membantu pekerja mencari solusi atas berbagai persoalan melalui komunikasi dan dialog.
Selain Baktikes, Polri juga menggelar bakti sosial. Dalam kegiatan itu, Polri menyalurkan 1.500 paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat. Polri juga memberikan 20 paket tas dan alat tulis kepada anak yatim.
Rangkaian kegiatan sosial tersebut memperkuat komitmen untuk menjadikan Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur sebagai pusat aktivitas yang memberikan manfaat lebih luas.
Gedung tersebut tidak hanya mendukung konsolidasi organisasi pekerja, tetapi juga membuka ruang pelayanan dan pemberdayaan bagi buruh serta masyarakat di sekitarnya.
















