Kanwil Kemenag Jatim Gelar Rukyatul Hilal di 21 Titik, Tentukan Awal Ramadan 1447 H

Petugas Kanwil Kemenag Jatim melakukan rukyatul hilal penentuan awal Ramadan 1447 H di Jawa Timur
Petugas Kanwil Kemenag Jawa Timur melakukan rukyatul hilal di salah satu titik pantau untuk menentukan awal Ramadan 1447 H.

SURABAYA – Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia (Kanwil Kemenag) Jawa Timur menggelar rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026), bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H.

Petugas melakukan pengamatan hilal secara serentak di 21 kabupaten/kota di Jawa Timur. Tim rukyat kemudian menyampaikan hasil observasi tersebut secara berjenjang sebagai bahan utama Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama RI di Jakarta pada petang hari.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jatim, Munir, menegaskan jajarannya menjalankan agenda ini sebagai bentuk pelayanan keagamaan sekaligus ikhtiar ilmiah dan syar’i bagi umat Islam.

“Kami melibatkan para ahli falak, hakim Pengadilan Agama, serta unsur terkait lainnya. Kami juga mengacu pada kriteria yang telah disepakati bersama,” ujar Munir, Selasa (17/2/2026).

Munir menyatakan tim rukyat tetap menjalankan pengamatan secara profesional meskipun cuaca mendung dan kendala akses lokasi kerap muncul di lapangan. Ia memastikan seluruh proses berlangsung transparan dan akuntabel dengan pendekatan sains serta pertimbangan syariat.

Tim rukyat melibatkan unsur Kementerian Agama, hakim Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, BMKG, akademisi, pondok pesantren, hingga tokoh agama dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan menjaga objektivitas dan validitas hasil pengamatan.

Dalam pelaksanaan rukyat, tim mengacu pada kriteria MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Berdasarkan kriteria tersebut, hilal memenuhi syarat apabila memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Munir menjelaskan elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari sangat memengaruhi kemungkinan hilal terlihat.

“Semakin besar elongasi, semakin besar peluang hilal dapat teramati,” jelasnya.

Kanwil Kemenag Jatim memilih 21 lokasi pengamatan secara selektif dengan mempertimbangkan kejernihan ufuk barat, minim polusi cahaya, serta aspek keamanan dan aksesibilitas. Titik pantau tersebut meliputi Kota Blitar, Kabupaten Pacitan, Banyuwangi, Probolinggo, Tuban, Madiun, Jombang, Gresik, Lumajang, Blitar, Jember, Trenggalek, Sampang, Ngawi, Pasuruan, Malang, Bondowoso, Mojokerto, Sumenep, Lamongan, dan Ponorogo.

Melalui rukyatul hilal ini, Kanwil Kemenag Jatim berharap umat Islam memperoleh kepastian awal Ramadan 1447 H sehingga dapat menyambut bulan suci dengan tenang dan penuh kesiapan ibadah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.