SUMENEP – Festival Pesisir 4 yang berlangsung di Taman Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, menjadi momentum penting bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan omzet sekaligus memperluas jaringan pemasaran. Kegiatan yang digagas oleh SKK Migas bersama Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) ini merupakan upaya mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Tahun ini, festival mengusung tema “Lenggi”, yang melambangkan upaya pelestarian budaya sekaligus keterbukaan masyarakat pesisir Madura terhadap perkembangan ekonomi dan sosial.
Selain menampilkan produk-produk unggulan UMKM, rangkaian acara juga diramaikan dengan pertunjukan musik lokal serta seni budaya pesisir. Konsep ini bertujuan untuk menggabungkan pemulihan ekonomi dengan pelestarian lingkungan dan tradisi masyarakat.
Salah satu pelaku UMKM, Sakhwini, pemilik warung makanan dan minuman, menyampaikan bahwa pendapatannya meningkat drastis selama festival berlangsung.
“Penjualan naik dua kali lipat. Banyak pembeli dari luar desa yang memesan dan meminta kontak untuk pemesanan selanjutnya,” ujarnya, kepada Falihmedia.com, Sabtu (6/12/2025) malam.
Kepala Desa Galis, Akhmad Safri Wiarda, mengungkapkan bahwa festival ini menjadi ruang strategis bagi UMKM yang sebelumnya kesulitan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini menjadi wadah bagi UMKM untuk tumbuh mandiri dan bersaing lebih luas,” jelasnya.
Melihat keberhasilan tahun ini, masyarakat berharap Festival Pesisir dapat kembali digelar tahun depan dengan skala yang lebih besar dan dampak ekonomi yang lebih luas.














