Edu  

AKSES Sumenep Gelar Lomba MC Bahasa Madura untuk Lestarikan Budaya Lokal

Peserta lomba MC Bahasa Madura saat mengikuti kegiatan Hardiknas dan Harkitnas 2026 di Sumenep
Peserta mengikuti lomba pembawa acara Bahasa Madura yang digelar AKSES Sumenep di Pendopo Agung Keraton Sumenep

SUMENEP – Aliansi Komunitas Pendidikan Sumenep (AKSES) menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah lomba pembawa acara (MC) menggunakan Bahasa Madura. Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat karakter generasi muda melalui bahasa daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, mengatakan penggunaan Bahasa Madura dalam dunia pendidikan dan kegiatan formal memiliki peran penting untuk menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi informasi.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (18/5/2026).

Menurut Iksan, lomba tersebut tidak hanya melatih kemampuan berbicara dan meningkatkan rasa percaya diri peserta, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga identitas budaya masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep.

“Generasi muda harus bangga menggunakan Bahasa Madura. Jangan sampai bahasa daerah hanya menjadi simbol, karena pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, peringatan Hardiknas dan Harkitnas seharusnya tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga penguatan karakter, budaya, dan nilai-nilai lokal.

Melalui kegiatan yang digagas AKSES, pemerintah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan bahasa daerah.

Selain lomba MC Bahasa Madura, AKSES juga menggelar sejumlah perlombaan lain, seperti merangkai mainan edukasi dan lomba menulis cerita.

Ketua penyelenggara AKSES, Sucipto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang kreativitas bagi siswa sekaligus memperkuat penggunaan Bahasa Madura dalam kegiatan resmi dan edukatif.

“Kami berkomitmen menghadirkan kegiatan positif yang mendukung pengembangan pendidikan, budaya, dan karakter generasi muda di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *