Edu  

Disdik Jabar Lanjutkan Program Pancawaluya 2026, Siswa Pelanggaran Berat Dibina di Barak Militer

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menjelaskan program Pancawaluya 2026 di Bandung
Kepala Disdik Jabar Purwanto menjelaskan kelanjutan program Pancawaluya 2026 di Bandung.

BANDUNG – Dinas Pendidikan Jawa Barat memastikan kelanjutan program pendidikan karakter Pancawaluya pada 2026 dengan pola pembinaan di barak militer. Tahun ini, Disdik Jabar memfokuskan program tersebut bagi siswa yang membutuhkan penanganan khusus akibat berulang kali melakukan pelanggaran berat.

Kepala Disdik Jabar, Purwanto, menegaskan bahwa pihaknya hanya mengirim siswa yang telah melalui tahapan pembinaan di sekolah namun tetap mengulangi pelanggaran seperti merokok, berkelahi, hingga tawuran.

“Kami hanya mengirim siswa yang benar-benar membutuhkan penanganan khusus ke barak militer. Mereka sudah melalui proses pembinaan di sekolah,” ujar Purwanto, Jumat (20/2/2026).

Purwanto menekankan, Disdik Jabar tidak menerapkan program ini untuk seluruh bentuk pelanggaran. Sekolah tetap menangani pelanggaran ringan melalui mekanisme internal. Disdik Jabar baru mengambil langkah lanjutan jika pelanggaran berat terjadi secara berulang.

Ia juga memastikan proses pengiriman siswa berlangsung melalui rujukan resmi dari Disdik Jabar serta mendapat persetujuan orang tua atau wali murid. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung seluruh biaya pembinaan sehingga siswa tidak perlu membayar.

“Program ini gratis. Pemerintah provinsi membiayai penuh. Kami mengirim siswa berdasarkan referal resmi dan persetujuan orang tua,” tegasnya.

Selain pembinaan karakter, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat akses pendidikan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 422.5/Kep.777-Disdik/2025 tentang Peserta Didik SMA, SMK, dan SLB Penerima Beasiswa Personal Pancawaluya Tahun Anggaran 2025.

Pada 2025, Pemprov Jawa Barat mengalokasikan anggaran Rp35 miliar untuk program beasiswa tersebut. Pemerintah menyalurkan dana kepada 4.641 siswa sekolah negeri dan 4.760 siswa sekolah swasta. Setiap siswa menerima bantuan Rp3.600.000 selama masa pendidikan.

Melalui skema Pancawaluya, Pemprov Jawa Barat tidak hanya membangun karakter siswa, tetapi juga memperluas pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Jawa Barat.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *