Gempa Guncang Sangihe, RSUD Liun Kendage Tahuna Evakuasi Pasien dari Lantai 2 hingga 4

Petugas RSUD Liun Kendage Tahuna mengevakuasi pasien saat gempa bumi terjadi di Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara.
Petugas RSUD Liun Kendage Tahuna mengevakuasi pasien ke area aman setelah gempa bumi mengguncang Kepulauan Sangihe.

TAHUNA – Jajaran tenaga kesehatan, dokter, dan staf Rumah Sakit Daerah (RSD) RSUD Liun Kendage Tahuna bergerak cepat mengevakuasi pasien setelah gempa bumi mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe pada Senin (8/6/2026) pagi.
Direktur RSD Liun Kendage Tahuna, Polideng Dalawir, langsung menginstruksikan seluruh petugas rumah sakit untuk menjalankan prosedur tanggap darurat begitu guncangan pertama terasa sekitar pukul 07.30 WITA.

Saat gempa terjadi, sejumlah pasien menjalani perawatan di lantai dua, tiga, dan empat gedung rumah sakit. Pada waktu yang sama, pasien rawat jalan juga mulai berdatangan untuk mendaftar dan mendapatkan layanan kesehatan.

“Ketika gempa terjadi, pasien rawat inap berada di beberapa lantai atas, sementara pelayanan rawat jalan sudah mulai berlangsung,” kata Polideng Dalawir.

Petugas Prioritaskan Keselamatan Pasien
Tim rumah sakit melaksanakan evakuasi secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan pasien. Petugas lebih dulu mengarahkan pasien yang masih mampu berjalan menuju area terbuka.
Selanjutnya, petugas mengevakuasi pasien pengguna kursi roda, pasien yang masih berada di atas tempat tidur, hingga pasien yang membutuhkan bantuan oksigen.

Menurut Dalawir, seluruh petugas bekerja sama agar proses pemindahan pasien berlangsung aman dan tertib.

“Petugas menyesuaikan proses evakuasi dengan kondisi masing-masing pasien sehingga seluruhnya dapat keluar dari gedung dengan aman,” ujarnya.
Seluruh Pegawai Turun Membantu
Keterbatasan jumlah perawat yang bertugas pada pagi hari membuat seluruh unsur rumah sakit ikut terlibat dalam proses penyelamatan.

Dokter, tenaga kesehatan, staf administrasi, hingga pegawai nonmedis bahu-membahu membantu memindahkan pasien menuju lokasi aman.
“Staf administrasi dan pegawai lainnya ikut membantu karena jumlah petugas jaga saat itu terbatas,” jelas Dalawir.

Waspadai Gempa Susulan
Setelah kondisi mulai stabil, rumah sakit mengembalikan sebagian pasien ke ruang perawatan. Namun petugas menempatkan pasien di area yang lebih dekat dengan akses keluar sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan gempa susulan.

Langkah tersebut dilakukan karena beberapa kali gempa susulan masih terasa setelah evakuasi pertama berlangsung.

Meski demikian, seluruh proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Rumah sakit berhasil memindahkan seluruh pasien ke lokasi aman sebelum jajaran pemerintah daerah melakukan peninjauan.

“Puji Tuhan semua pasien berhasil kami evakuasi dengan aman. Setelah itu Sekda datang meninjau, kemudian Bupati bersama Forkopimda menyusul ke lokasi,” tuturnya.

Bupati Beri Dukungan Moral
Kehadiran Bupati Kepulauan Sangihe dan unsur Forkopimda memberikan dukungan moral kepada pasien maupun tenaga kesehatan yang masih merasakan kekhawatiran akibat gempa.

Dalam kunjungannya, bupati mengimbau seluruh pasien dan petugas tetap tenang serta mematuhi prosedur keselamatan jika terjadi guncangan susulan.

Dalawir juga memastikan masyarakat tidak perlu terlalu khawatir terhadap potensi tsunami karena lokasi rumah sakit berada di kawasan dataran tinggi yang relatif aman.

Saat ini sebagian besar pasien telah kembali menempati ruang perawatan masing-masing. Namun beberapa pasien masih memilih bertahan di tenda darurat yang didirikan oleh BPBD di halaman rumah sakit.

“Sebagian besar pasien di lantai tiga dan empat sudah kembali ke ruang perawatan. Sementara beberapa pasien dari lantai dua masih memilih berada di tenda darurat,” pungkasnya.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *