BANGKALAN – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang kembali menerjang Kabupaten Bangkalan, Madura, dalam beberapa hari terakhir. Otoritas setempat langsung meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda untuk periode 19-20 Februari 2026.
BMKG menyebut potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Bangkalan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangkalan, Moh Zainul Qomar, menjelaskan angin kencang yang terjadi pada Rabu (18/2/2026) siang tidak hanya merobohkan deretan tenda penjual takjil di sisi timur Alun-alun Bangkalan, Jalan Sultan A Kadirun, tetapi juga menumbangkan pohon mangga di Desa Arok, Kecamatan Burneh.
Petugas BPBD segera berkoordinasi dengan PLN setelah pohon tumbang mengenai kabel listrik. Tim gabungan kemudian memotong ranting dan mengevakuasi material pohon untuk mencegah gangguan listrik meluas.
“Tim kami langsung fokus menangani pohon tumbang yang mengenai kabel PLN agar tidak membahayakan warga,” ujar Qomar, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Dua Desa di Sumenep, 27 Rumah Rusak dan Enam Warga Luka-luka
Qomar menjelaskan, fenomena angin kencang dan hujan sangat lebat yang melanda wilayah Jawa-Bali dipicu aktifnya Monsun Asia setelah gangguan atmosfer Low Equatorial Rossby melintasi Jawa Timur.
Saat ini, seluruh wilayah Jawa Timur memasuki puncak musim hujan. Kenaikan suhu permukaan laut di Perairan Selat Madura turut memperkuat pembentukan awan konvektif. Kondisi atmosfer lokal yang labil memperbesar potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
BPBD memprediksi peningkatan cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
BPBD Bangkalan telah memetakan sejumlah kecamatan yang rawan terdampak angin kencang atau puting beliung, yakni Kecamatan Kota Bangkalan, Burneh, Tragah, Socah, Labang, Modung, dan Kwanyar.
Petugas juga mengidentifikasi potensi longsor di Kecamatan Kokop, Konang, Geger, Klampis, Galis, dan Tanjung Bumi.
Sementara itu, wilayah rawan banjir meliputi Kecamatan Blega, Arosbaya, Sepulu, serta Tanjung Bumi.
BPBD menginstruksikan camat dan kepala desa agar aktif memantau pohon-pohon yang miring dan segera memangkasnya sebelum hujan turun. Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko pohon tumbang saat angin kencang kembali melanda.
“Kami minta seluruh perangkat wilayah siaga dan melakukan langkah antisipatif karena BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan,” tegas Qomar












