BANGKALAN – Warga Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mendadak gempar setelah muncul cairan yang diduga mengandung minyak bumi dari sebuah sumur bor di Dusun Manakajah. Fenomena langka tersebut menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan membawa botol hingga jeriken untuk mengambil cairan tersebut.
Salah seorang warga, Musrifah, mengaku ikut mengambil cairan itu lantaran melihat banyak warga lain melakukan hal serupa. Menurutnya, cairan tersebut rencananya hanya akan digunakan sebagai bahan untuk membakar kayu atau sampah di rumahnya.
“Awalnya hanya ikut-ikutan karena ramai. Biasanya dipakai buat bakar kayu atau sampah, apalagi masih banyak warga yang masak pakai tungku,” ujar Musrifah, Kamis (8/1/2025).
Hal senada disampaikan Holik, warga lainnya yang datang membawa botol bekas air mineral. Ia menjelaskan bahwa cairan tersebut berwarna hijau gelap dan keruh, menyerupai bahan bakar minyak namun dengan warna yang lebih pekat.
“Warnanya hijau gelap dan agak keruh. Mirip BBM di SPBU tapi lebih gelap. Saya ambil sedikit karena penasaran,” katanya.
Camat Klampis, Ardy Pradhana, membenarkan adanya aktivitas warga yang mengambil cairan dari lokasi sumur bor tersebut. Namun ia menegaskan bahwa cairan itu hanya dimanfaatkan untuk membakar sampah, bukan untuk bahan bakar kendaraan.
“Saya sudah cek langsung ke lokasi. Warga memang mengambil, tapi hanya untuk keperluan membakar sampah. Kami imbau agar tidak digunakan untuk kendaraan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Bangkalan, M. Zainul Qomar, menyatakan bahwa sumur bor tersebut telah ditutup sementara demi mencegah potensi bahaya bagi masyarakat.
“Untuk keselamatan, sumur sudah kami tutup. Besok akan dilakukan pengecekan bersama DLH, Bagian Perekonomian, serta tim dari ESDM Jawa Timur untuk pengujian cairan tersebut,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya, cairan berwarna gelap dan berbau gas itu muncul saat warga melakukan pengeboran sumur air di halaman rumah dengan target kedalaman 200 hingga 250 meter. Namun pada hari ke-11, di kedalaman sekitar 105 meter, cairan tersebut menyembur keluar dan bahkan dapat menyala saat disulut api.














